ABC

Zaki Haidari Wujudkan Cita-Cita Sekolah Tinggi di Australia

Meninggalkan Afghanistan dengan bekal 100 dolar (atau setara Rp 1 juta) di sakunya, Zaki Haidari tiba di Australia sebagai pencari suaka. Ia menerima beasiswa untuk belajar Bisnis dan Pemasaran di Martin College, Sydney, institusi yang menyadari impian seumur hidup Zaki untuk mendapatkan pendidikan.

Pemuda ini adalah pemenang penghargaan Mahasiswa Internasional Terbaik di New South Wales (NSW) Tahun 2015 untuk kategori Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan. Ia dinominasikan berkat dukungannya terhadap pelajar internasional lainnya.

Di waktu luangnya, Zaki menjadi relawan pemandu wisata kuliner -melalui dewan lokal di Sydney Barat -dan mengajak pesertanya untuk "merasakan dan mengalami multikulturalisme lewat makanan".

Saat masih kanak-kanak, apa mimpi anda?

"Saya selalu ingin pergi ke sekolah. Ketika saya sekolah, saya selalu ingin berkuliah di universitas. Saya ingin menjadi seperti ayah saya dan menjadi orang terpelajar lalu bekerja sepertinya."

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Zaki Haidari

Apa kesan pertama anda tentang Australia?

“Keragaman masyarakatnya, cuaca dan pantai-pantainya.”

Kenapa anda memutuskan untuk kuliah bisnis dan pemasaran?

"Saya ingin mendirikan LSM non-profit di masa depan. Saya ingin mengelolanya sendiri dan saya pikir saya perlu keterampilan bisnis untuk menjalankan organisasi."

Saran apa yang bisa anda bagikan ke pelajar internasional lainnya yang datang ke Australia untuk belajar?

"Australia adalah negara yang penuh peluang, jadi cobalah untuk melakukan yang terbaik saat Anda menempuh studi. Ketika Anda menyelesaikan studi Anda, Anda tak hanya mendapatkan gelar -Anda juga mendapatkan banyak pengalaman"

Zaki
Zaki memandu tur kuliner di Auburn, pinggiran Sydney Barat.

ABC: Yale MacGillivray

Bayangkan anda punya kesempatan untuk menggelar acara barbekyu di mana saja di Australia. Jika anda bisa mengundang 3 tamu Australia (hidup atau mati) –siapakah mereka? Apa saja menunya? Dan di mana anda mengadakannya?"

"Saya akan menjadi tuan rumah pesta barbekyu di kapal pesiar di dekat Circular Quay -dengan pemandangan Opera House dan (jembatan) Harbour Bridge. saya akan mengundang ayah Australia saya, Iain Gillespie, panutan saya dan orang yang telah mendukung pendidikan saya di Australia, John Martin (Kepala Martin College) dan Warren Jacobson, CEO Study Group. Jika bukan karena dukungannya, saya tak akan kuliah sekarang ini.

Menunya adalah barbekyu Afghanistan dengan salad dan roti Afghanistan panas. Minumannya  adalah teh khas Afghanistan, yogurt dan minuman ringan Afghanistan."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.