ABC

Yani Sunarharum dari Queensland Finalis Miss Diaspora 2016

eTri Mulyani Sunarharum (Yani) yang berhasil menjadi Mahasiswa Terbaik di tahun 2015 di Queensland Universit of Technology (QUT) saat ini terpilih menjadi salah satu finalis Miss Diaspora Indonesia 2016.

Kontes Mr & Miss Diaspora Indonesia adalah salah satu program tahunan Indonesian Diaspora Network – Global. Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di seluruh benua, meliputi benua Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika dalam rangka untuk meningkatkan kecintaan kepada negara Indonesia.

Yani menyampaikan bahwa bisa menjadi finalis sudah merupakan kebanggaan tersendiri. “Menjadi seorang Diaspora Indonesia di Australia selama ini telah memberikan saya kesempatan untuk turut mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional; turut berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia melalui kegiatan-kegiatan sosial; meningkatkan personal, professional skill dan mengembangkan jaringan melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik; serta tak kalah pentingnya adalah turut mempromosikan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan seni.”

Dalam perbicangannya dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia L. Sastra Wijaya hari Kamis (29/9/2016, Yani yang baru saja menyelesaikan pendidikan doktoral di QUT tersebut mengatakan bahwa dia mendapat informasi terkait kontes ini dari salah satu aktivis Indonesian Diaspora Network (IDN) Australia.

“Dia menyampaikan bahwa IDN Australia memberikan kepercayaan dan mendukung saya untuk mengikuti ajang ini mewakili benua Australia. Saya menganggap ini sebuah amanah sekaligus kesempatan bagus untuk saya ke depannya untuk bisa lebih berkontribusi untuk Indonesia.” katanya.

“Jadi tanpa berpikir panjang, saya ambil peluang tersebut dan saya usahakan dengan sebaik-baiknya meskipun saat itu sudah mepet dengan deadline pendaftaran.”

Yani mengatakan bahwa dia ikut serta karena sebelumnya punya pengalaman dan prestasi hingga taraf internasional selama menjalani studi dan hidup di Australia.

“Karena itu saya merasa memiliki bekal yang cukup untuk mengikuti kontes ini. Mempertimbangkan juga bahwa kontes ini tidak menitik beratkan pada penampilan fisik, melainkan lebih kepada kualitas pribadi dan juga prestasi selama hidup bermasyarakat di Australia, menjalankan peran sebagai Diaspora Indonesia.” tambah mahasiswa asal Jawa Timur tersebut.

Ketika ditanya mengenai manfaat yang akan didapatnya bila terpilih seabagai Miss Diaspora, Yani mengatakan mengenai peluang bekerja sama dengan kalangan Indonesian Diaspora Network dari segala penjuru dunia sebagai hal utama.

“Manfaat lainnya barangkali akan terbuka peluang untuk bisa menjadi duta atau bekerja sama dengan IDN global dalam upaya menggemakan semangat dan kecintaan terhadap Indonesia, mempromosikan budaya Indonesia, dan kontribusi positif lainnya untuk kemajuan IDN dan Indonesia.” katanya lagi.

Yani mengatakan bahwa dia baru saja menyelesaikan PhD di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota dengan penelitian mengenai Perencanaan Kolaborasi terkait penanggulangan bencana di DKI Jakarta.

“Jadi pendidikan saya sudah selesai cuma masih menunggu urusan administrasi selesai untuk dapat gelar dan wisuda di bulan Desember nantinya.” tambahnya.

Di tahun 2015, Yani menjadi Mahasiswa Terbaik di QUT yang menjadikannya mahasiswa internasional dan asal Indonesia pertama yang mendapat penghargaan tersebut. Ini juga sekaligus mahasiswa PhD pertama yang menerima penghargaan tersebut.

Yani ketika mendapat penghargaan sebagai mahasiswa terbaik di University of Queensland di tahun 2015
Yani ketika mendapat penghargaan sebagai mahasiswa terbaik di Queensland University of Technology di tahun 2015

Foto: UQ

Kontes Miss dan Mr Diaspora yang diadakan oleh Indonesian Diaspora Network – Global ini diikuti oleh 33 orang kontestan dari lima benua yang berusia antara 16-29 tahun dan masih berstatus single. Penjurian dilakukan oleh 30 orang dewan juri juga dari lima benua yang menghasilkan 6 orang finalis Mr dan 6 orang finalis Miss Diaspora Indonesia.

Foto para finalis kemudian akan diunggah ke Facebook Kontes Mr & Miss Indonesia Diaspora 2016 di sini untuk mendapatkan “like” dari masyarakat. Para finalis akan bersaing memperebutkan “like terbanyak” terhitung mulai 28 September 2016 hingga 2 Oktober 2016 pukul 23:59 WIB. Yani adalah finalis nomor 6.

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 3 Oktober 2016.

Yani dari Brisbane mewakili Australia bersama dengan Suwandi Junaebe dari Perth dan empat orang pemuda pemudi lainnya. Suwandi dan Yani berhasil menjadi finalis Mr & Miss Diaspora Indonesia 2016 bersama dengan 10 finalis lainnya dari Taiwan, Myanmar, Belanda, Amerika Serikat, Madagaskar, Cina, dan Singapura.