ABC

Warga Miskin Australia Dinilai Makin Kelaparan

Dengan meningkatnya fokus pada masalah obesitas di Australia, badan amal mengingatkan masyarakat untuk tidak melupakan masalah kelaparan yang jumlahnya meningkat di antara warga miskin Australia.

Sejumlah lembaga amal terkemuka yang membantu warga Australia kurang beruntung menemukan adanya peningkatan permintaan akan makanan untuk membantu keluarga yang berjuang dengan biaya hidup tinggi.

Bank makanan ‘Foodbank’ memasok lebih dari 2.000 lembaga amal yang kemudian mendistribusikan makanan di seluruh Australia.

Dalam survei terbaru, ditemukan bahwa 1 dari 6 warga Australia mengalami kerawanan pangan dalam satu tahun terakhir.

Lebih dari 640.000 orang per bulan sekarang mengakses bantuan makanan dari organisasi nirlaba ‘Foodbank’.

John Bilemberg dan Allan Marr dari lembaga lokal ‘St Vincent de Paul’ membantu di depot Morningside ‘Foodbank’, di Brisbane selatan, setiap minggunya.

"Tugas kami adalah untuk melihat apa yang bisa kami dapatkan dari berbagai jenis produk," kata Allan Marr.

"Kami memberikan makanan untuk sekitar 50 keluarga dalam sebulan karena orang-orang yang kami lihat biasanya memiliki banyak anak dan seringkali mereka dalam keadaan yang sangat sulit, mereka tak mengatasinya dengan baik," jelas John.

"Dan kami juga mencoba dan membantu dengan paket makanan untuk sekolah," imbuhnya.

Kebutuhan itu tak hanya spesifik untuk Brisbane –Foodbank memiliki depot di setiap negara bagian, mendistribusikan makanan ke berbagai lembaga amal untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Mereka membantu sekitar 80.000 orang seminggu, dan lebih dari separuh mereka adalah anak-anak.

Permintaan untuk layanan mereka telah meningkat sebesar 25% hanya dalam waktu dua tahun.

Dalam survei terbaru, Foodbank memperkirakan, 1 dari 6 warga Australia telah mengalami kelaparan pada tahun lalu, dan tak mampu membeli makanan.

Seperempat dari mereka mengatakan, itu adalah kejadian biasa.

Informasi kunci:

• Permintaan untuk layanan Foodbank telah meningkat sebesar 25% hanya dalam waktu dua tahun

• Dalam sebuah survei terbaru, Foodbank menemukan bahwa satu dari enam warga Australia mengalami kerawanan pangan dalam satu tahun terakhir

• Lebih dari 640.000 orang per bulan sekarang mengakses bantuan makanan dari Foodbank

Kelaparan adalah masalah tersembunyi

Manajer layanan bisnis ‘Foodbank’, Nicci Scearle, mengatakan, mereka menghadapi lebih banyak permintaan akan makanan dibandingkan sebelumnya dalam 20 tahun kiprah mereka.

"Permintaan terus meningkat, terutama karena kelompok yang mencari bantuan berubah," sebutnya.

Itu bukan hanya tunawisma dan pengangguran, mereka yang setengah menganggur dan keluarga yang benar-benar berpenghasilan rendah-lah orang-orang yang membutuhkan bantuan.

"Ini petani kami -mereka tak memiliki penghasilan selama empat tahun. Jadi itulah yang berubah -tempat perlindungan kekerasan dalam rumah tangga, wali asuhnya," utara Nicci.

Ia mengatakan, itu merupakan indikasi bahwa masyarakat tak mampu mengejar meningkatnya biaya hidup.

"Tingkat pemutusan listrik sudah naik kira-kira sebesar 42% di antara pensiunan, yang merupakan statistik yang sungguh menakutkan, dan saya pikir, satu dari delapan warga Queensland hidup di bawah garis kemiskinan,” jelas Nicci Scearle.

"Jadi, sekali lagi, mereka adalah statistik yang tinggi, fakta yang tinggi, dan itu umumnya hanyalah biaya hidup dan kejutan tagihan -jika Anda mendapat tagihan tak terduga - dan umumnya bagi banyak pensiunan, itulah penyebabnya,” sambungnya.

Ia menerangkan, "Mereka biasanya bisa mengelola dari minggu ke minggu, tetapi jika sesuatu tak terduga datang maka ya, itu akan membuat mereka mencari bantuan makanan."

Direktur ‘Foodbank’, Geoff Starr, mengatakan, kelaparan sekarang menjadi masalah tersembunyi karena orang begitu banyak mendengar tentang obesitas, mereka tak menyadari kelaparan masih menjadi masalah bagi begitu banyak orang.

"Itu membuat kondisi semakin sulit bagi orang-orang yang lapar karena tak ada empati nyata atau koneksi masyarakat dengan krisis mereka, sehingga membuat mereka merasa lebih buruk," ungkapnya.

Geoff mengatakan, laporan ‘Foodbank’ di tahun 2016 mengindikasikan bahwa keluarga berpenghasilan rendah menderita, tetapi rasa lapar itu memengaruhi berbagai demografi.

"Kelaparan adalah akhir dari segalanya hingga berujung krisis bagi sejumlah individu, jadi itu adalah salah satu hal yang biasanya mereka toleransi,” tutur Geoff Starr.

"Jadi jika Anda punya masalah uang, Anda tak bisa tidak membayar sewa, Anda harus punya mobil untuk pergi bekerja, Anda punya beban biaya medis, Anda punya pakaian dan sebagainya, tapi makanan adalah salah satu hal -Anda bisa memotong jatah makan di sini, memotong jatah makan di sana, dan itulah yang membuatnya menjadi salah satu krisis tersembunyi di Australia yang terbesar," terangnya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 19:02 WIB 09/09/2016 oleh Nurina Savitri.