ABC

Warga Hobart Donasi Paket Peralatan Persalinan ke Negara Berkembang

Sebuah lembaga amal di Australia mengajak remaja puteri di sekolah menengah mengetahui lebih jauh tentang kondisi kehidupan perempuan di negara-negara berkembang dengan membantu mengemas paket peralatan dasar persalinan yang akan dikirimkan ke negara-negara berkembang.

 

Paket peralatan yang dikemas itu berisi benda-benda seperti sarung tangan plastik, sabun ukuran kecil, 1 buah kantong plastik hitam untuk dibentangkan dilantai, sebuah pisau bedah untuk memotong tali pusat dan benang untuk mengikatnya.
 
Margaret Bird dari Klub Zonta Hobart mengorganisir kegiatan mengemas peralatan dasar persalinan itu di Sekolah Menengah Ogilvie di kota Hobart dengan tujuan menghasilkan 200 bungkus paket dasar peralatan persalinan.
 
"Para perempuan di negara berkembang melahirkan bayi hanya dengan berbaring dilantai sehingga mereka tidak membutuhkan peralatan yang rumit, namun paket peralatan ini dapat membantu proses persalinan mereka menjadi lebih bersih," kata Bird.
 
"Tentu saja ada kuman di tanah dan jika mereka melahirkan bayi diatas tanah maka bayi mereka bisa kontak dengan semua jenis penyakit, dan  mungkin dapat mengakibatkan ibu atau bayi sekarat. "
 
Klub Zonta membeli semua peralatan yang dibutuhkan untuk paket peralatan atau kit itu dengan biaya sekitar $3 per paket dan butuh waktu kira-kira 10 menit untuk mengemas seluruh peralatan tersebut.
 
Sebelum memulai kegiatan ini dipagi hari, Margaret Bird menjelaskan kepada siswa mengapa kit itu sangat penting dan orang-orang betapa kekurangannya warga yang tinggal di negara-negara berkembang di seluruh dunia.
 
"Para murid banyak yang terkejut terutama siswa perempuan, karena mereka tidak banyak mengetahui proses melahirkan atau persalinan kecuali hanya yang mereka tahu di negara mereka saja," katanya.
 
"Saya pikir kegiatan ini bagus untuk mengajarkan kepada remaja kalau semua hal yang kita nikmati di dalam negeri tidak banyak bisa dinikmati warga yang tinggal di negara berkembang,"
 
Salah satu pelajar yang sibuk mengemas peralatan itu, Lily West, mengaku terkejut mengetahui betapa dasarnya peralatan yang digunakan perempuan di negara berkembang dibandingkan dengan peralatan yang digunakan warga Australia ketika melahirkan di rumah sakit.
"Paket peralatan ini bisa menyelamatkan nyawa orang, hanya dengan membentangkan kantong plastik untuk melahirkan bayi,"
"Saya tidak pernah mengalami bagaimana rasanya tinggal di negara berkembang sehingga melakukan hal ini saya merasa ikut membantu mereka membuat saya senang. saya mungkin ikut membantu seseorang melahirkan anak pertama mereka," katanya.
 
Johanna Ellis, 16 tahun, yang ikut mengemas paket ini mengatakan perasaannya campur aduk melihat sesama rekannya membantu warga di negara berkembang.
 
"Di satu sisi seram juga membayangkan hanya peralatan ini saja yang diberikantapi itu merupakan satu-satunya alat yang tersedia ketika mereka hendak melahirkan,"
 
"Disisi lain saya pikir cukup layak menyediakan mereka peralatan yang bisa memberikan perbedaan nyata ketika mereka melahirkan," kata Ellis.
 
Klub Zonta di Hobart menerima respon positif dari perawat lokal yang bepergian ke luar negeri untuk mengawasi proses persalinan yang menggunakan peralatan tersebut.
 
Paket peralatan yang dikemas ringkas tak lebih besar dari  ukuran dompet pada umumnya.