ABC

Warga Australia Jadi Tersangka Teroris di Bulgaria

Pria Australia John "Ivan" Zakhariev yang jadi tersangka pelanggaran terorisme di Bulgaria menyatakan tidak bersalah dan meminta Pemerintah Australia untuk membantunya.

Zakhariev yang berkewarganegaraan ganda Australia-Bulgaria, hadir di pengadilan di Kota Sofia, mendengarkan tuduhan jaksa bahwa dia melakukan pelatihan untuk menjadi teroris dan berniat pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Zakhariev mengaku niat dia sebenarnya adalah melihat apa yang bisa dia lakukan untuk membantu rakyat Suriah.

Pria berusia 21 tahun ini telah ditahan sejak September lalu di Bulgaria.

Berbicara kepada wartawan usai persidangan, Zakhariev mengeritik persidangannya dengan mengatakan "persidangan ini menunjukkan sistem hukum apa yang ada di negara ini".

Dia membantah semua tuduhan jaksa, namun menambahkan bahwa dia menduga akan dinyatakan bersalah.

"Saya pikir saya pasti akan mendapatkan vonis bersalah, berapa tahun yang akan saya dapatkan, saya tidak tahu. Tapi tidak akan mengejutkan jika saya menerima hukuman yang maksimal," katanya.

Pengadilan menunda persidangan hingga bulan depan. Hakim Bilyana Vrancheva yang memimpin sidang memerintahkan jaksa penuntut dan pihak pembela untuk mempersiapkan argumen terakhir mereka sebelum 5 Juni.

Meminta bantuan

Jaksa menuduh Zakhariev berniat ikut serta dalam serangan teror.

Fakta bahwa dia pernah mengunjungi Suriah juga telah dijadikan sebagai bukti, begitu pula dukungannya bagi ajaran fundamentalis Islam.

Mantan mahasiswa dari Waverley College di Sydney ini meminta pihak berwenang Australia untuk turun tangan.

"Saya akan meminta Pemerintah kami melakukan sesuatu untuk membantu saya. Mungkin setelah saya divonis, untuk mengembalikan saya ke Australia, karena walaupun saya dipenjara di sana, saya benar-benar dapat melakukan banyak hal untuk melewatkan waktu," katanya.

"Jadi saya akan mengajukan permohonan ini ke pihak berwenang Australia melakukan sesuatu untuk membantu saya," tambahnya.

Zakhariev dibesarkan sebagai seorang Kristen di Australia, namun kemudian memeluk Islam.

Menurut pengacaranya, Hristo Botev, Zakhariev telah pindah kembali ke agama Kristen tahun lalu.

ABC/AP

Diterbitkan Rabu 17 Mei 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari berita berbahasa Inggris di ABC News.