ABC

Warga Australia Apresiasi Penolakan Visa Tokoh Konspirasi Reptilian David Icke

Sejumlah kalangan menyambut baik keputusan Menteri Imigrasi Australia menolak visa tokoh teori konspirasi reptilian asal Inggris David Icke. Sehingga tokoh yang meyakini dunia dikendalikan mahluk alien berbentuk reptil kadal ini batal menggelar tur keliling Australia.

David Icke adalah seorang tokoh yang menyangkal tragedi Holocaust dan mengatakan serangan teroris 11 September di New York City adalah pekerjaan orang dalam.

Ia juga menyakini bahwa dunia secara diam-diam dikendalikan oleh sejenis mahluk alien dari bangsa reptilian berbentuk kadal yang berubah wujud [menyerupai manusia].

Sejumlah kelompok masyarakat, termasuk Komisi Anti-Penistaan dan Dewan Eksekutif Yahudi Australia, berhasil melobi Menteri Imigrasi David Coleman untuk melarang David Icke datang ke Australia.

Pada hari Rabu (20/2/2019) pemerintah federal Australia mengumumkan keputusan mencabut visa David Icke. Dan keputusan itu langsung mendapat dukungan kalangan luas, termasuk dari juru bicara imigrasi Partai Buruh Shayne Neumann.

"Partai Buruh menyambut baik keputusan Pemerintah federal untuk mengambil tindakan sebagaimana juga yang akan kami lakukan dengan menolak permohonan visa David Icke," katanya.

"Adalah kewenangan Menteri Imigrasi David Coleman untuk menjelaskan siapa yang ia ijinkan masuk ke Australia dan bagaimana ia memutuskan kewenangannya itu telah memenuhi standar dan harapan masyarakat.

"Justri kami khawatir jika Menteri Imigrasi David Coleman memberikan visa kepada siapa pun yang berniat menjelek-jelekkan bagian dari komunitas Australia atau menabur benih perpecahan yang berbahaya."

Ketua Komisi Anti-penistaan Dvir Abramovich juga mengapresiasi keputusan tersebut.

"Mengizinkan David Icke menggelar tur di Australia adalah tindakan yang gegabah dan akan mengirim pesan bahwa paham semacam itu dibolehkan di komunitas Yahudi dan bahwa memfitnah dan mengolok-olok kaum Yahudi Australia adalah OK dan normal," katanya.

David Icke klaim korban kebohongan

Sementara itu menyikapi kebijakan ini, tokoh teori konspirasi reptilian asal Inggris David Icke mengaku sangat terkejut atas keputusan Pemerintah Australia mencabut visanya hanya beberapa hari menjelang rencana tur dirinya di Australia

Dalam sebuah pernyataan, dia mengungkapkan kekecewaannya atas "reaksi spontan" Australia dan bersikeras bahwa dia bukan anti-Semit atau penyangkal tragedi Holocaust.

"Saya telah menjadi korban kampanye kotor dari para politisi yang telah mendengarkan kelompok-kelompok kepentingan khusus yang berusaha untuk mendiskreditkan kepercayaan saya, pandangan saya dan karakter saya dengan menyebarkan kebohongan," kata Icke.

"Tanpa sedikit pun bukti, cara-cara ini telah berhasil.

"Ini adalah penciptaan negara totaliter George Orwell yang terang-terangan dan mengatakan pemerintah percaya mereka memiliki hak untuk menentukan apa yang dapat dan tidak bisa dipilih oleh publik untuk didengar."

David Icke
David Icke mengecam keputusan pemerintah Australia yang menolak visa-nya mengunjungi Australia.

Supplied: Tyler Merbler, Flickr

David Icke telah menunjukkan dia tidak berniat untuk melawan keputusan Pemerintah Australia.

Melalui situsnya ia mengunggah video berjudul The Day Aussie Freedom Died - Hari ketika Kebebasan warga Australia, di mana ia mengatakan keputusan Pemerintah Australia "pasti akan membekas di hati setiap warga Australia".

Pesan itu juga berisi tautan ke petisi untuk membatalkan "larangan di menit-menit terakhir tirani".

David Icke mengakhiri pernyataannya dengan sebuah peringatan.

"Memilih untuk menolak masuknya saya ke negara itu hanya menegaskan kepada masyarakat umum bahwa pendapat saya benar-benar benar; kebebasan sedang dalam proses dibungkam di Australia," katanya.

"Begitu kebebasan itu hilang - kebebasan itu tidak akan kembali."

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.