ABC

Virus Corona: Ribuan Jemaah Umroh Asal Indonesia Batal Berangkat

Diperkirakan ribuan jemaah asal Indonesia tidak jadi berangkat umroh, setelah Arab Saudi melarang jemaah dari sejumlah negara masuk ke negaranya. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pelarangan sementara mulai diberlakukan sejak Kamis (27/02), setelah sebelumnya ditemukan ada 330 kasus virus corona di kawasan Timur Tengah, dengan paling banyak di Iran.

Pihak otoritas di Riyadh tidak memberitahu berapa lama pelarangan sementara jemaah asal luar negeri masuk negaranya.

Mereka hanya menjelaskan jemaah luar negeri tidak diperbolehkan masuk ke kota Makkah dan Madinah untuk sementara.

Keputusan ini diambil karena pihak Kerajaan Arab masih mengawasi dengan ketat penyebaran virus corona.

Hari Kamis (27/02), telah beredar sebuah video yang menunjukkan kekecewaan jemaah asal Indonesia yang siap berangkat, namun dibatalkan.

Koper-koper yang sudah melewati proses 'check in', boarding pass yang sudah tercetak, namun saat di ruang tunggu diumumkan bahwa mereka tidak jadi dibatalkan, beberapa saat setelah Arab Saudi mengumumkan pelarangan.

Jemaah Umroh yang Dibatalkan
Calon jemaah umroh asal Palembang saat tiba di bandara Palembang, Jumat pagi setelah Arab Saudi larang sementara jemaah masuk.

Foto: Detik.com, Raja Adil Siregar

Kementerian Agama RI mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, hari Jumat (28/02), untuk membahas penanganan jemaah umrah setelah pelarangan diberlakukan.

"Jemaah yang terdampak karena tidak berangkat pada 27 Februari 2020 sebanyak 1.948 jemaah .... yang diangkut oleh 7 maskapai penerbangan," demikian pernyataan dalam materi pembahasan yang diterima ABC Indonesia.

Disebutkan pula bahwa pemerintah meminta agar tidak membebankan biaya tambahan kepada jemaah atas penundaan keberangkatan umrah.

Penyelenggara umrah juga diminta untuk melakukan penjadwalan ulang serta negosiasi ulang dengan penyedia layanan di Arab Saudi, seperti hotel dan katering.

Tak hanya itu pemerintah meminta maskapai penerbangan untuk tidak menghanguskan tiket keberangkatan dan kepulangan jemaah yang terdampak akibat pelarangan sementara masuk Arab Saudi.

Salah satu agen umrah di Bandung mengatakan kepada ABC Indonesia mengatakan agar jemaah bisa tetap tenang dan "berbesar hati" agar keberangatannya dijadwal ulang.

"Bukan salah jemaah, bukan salah penyelenggara umrah," ujar Hj Teti Sofiyah dari PT Omara Berkah Nugraha Bandung.

"Saya juga berharap para vendor untuk bisa saling membantu agar tidak menghanguskan uang dan tidak ada yang dirugikan," tambah pemilik Omara Tours tersebut.

Setiap tahunnya hampir 7 juta jemaah umroh menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah, dengan kebanyakan masuk dari kota Jeddah dan Madinah.

Dari pantauan ABC Indonesia di beberapa media di Timur Tengah, disebutkan jika pelarangan masuknya jemaah dari beberapa negara sebagai sebuah "kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Warga negara Saudi dan warga dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC) juga tidak diperbolehkan untuk mengunakan kartu identitas mereka untuk masuk dan keluar Arab Saudi untuk sementara.

Kecuali bagi warga Saudi yang hendak pulang atau warga GCC yang akan pulang ke negaranya masing-masing.