ABC

Universitas di Australia Dinilai Gagal Bantu Korban Kekerasan Seksual

Emma Hunt mengikuti acara klub mahasiswa di Monash University pada minggu pertama semester baru, untuk mencari teman baru -tapi kemudian ia terbangun dan mendapati dirinya diperkosa oleh seorang teman.

Menurut penuturan Emma, sejumlah anggota komite mahasiswa tidak membawanya ke rumah sakit, malahan mengantarnya ke tempat tidur, dan ketika ia terbangun keesokan harinya seolah-olah tak ada yang terjadi.

"Mereka tak tahu harus berbuat apa, jadi mereka tak melakukan apapun," kata Emma.

Ia kemudian melaporkan dugaan pemerkosaan tersebut kepada pihak universitas dan polisi, yang kini masih menyelidiki.

Emma diberi tahu bahwa ia bisa mengganti kelas untuk menghindari sang pemerkosa tertuduh, tapi tak ada yang bisa dilakukan universitas untuk melindunginya dari tempat umum di kampus.

"Saya khawatir bertemu dengannya di mana saja, saya benar-benar takut padanya," ujar Emma.

"Saya tahu, setiap hari saya datang ke kampus ada perubahan yang bisa terjadi, jadi seluruh tiga tahun masa studi saya, saya sangat waspada terhadapnya.”

"Saya tahu itu adalah alasan mengapa begitu banyak korban pelecehan seksual keluar dari universitas mereka, karena universitas di seluruh Australia tak berbuat apa-apa untuk membantu para penyintas sehingga mereka merasa tidak memiliki pilihan lain selain harus keluar dari universitas."

Meski Emma tidak sendirian dalam mengalami pelecehan dan penyerangan di universitas, ia tergolong minoritas dari para korban yang melaporkannya.

Sebuah survei yang dilakukan Komisi Hak Asasi Manusia Australia menemukan bahwa separuh dari responden mahasiswa di seluruh Australia mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan secara seksual, dan sekitar seperempat dari mereka mengalami pelecehan di lingkungan universitas.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

TWITTER: Postingan Nomor Hotline EROC Australia

Di negara bagian Victoria, 30 persen responden dari Universitas La Trobe mengatakan bahwa mereka dilecehkan secara seksual di universitas.

Di Monash University, angka itu mencapai 28 persen, dan di RMIT, jumlahnya 27 persen.

Lima puluh enam persen responden survei di Universitas La Trobe dan Swinburne mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan secara seksual pada tahun lalu, namun hanya 17 persen siswa Swinburne yang mengatakan hal itu terjadi di universitas.

Survei tersebut juga mengungkap tingkat kekerasan seksual yang dialami mahasiswa Australia. Secara nasional, 6,9 persen responden mengatakan bahwa mereka telah mengalami penyerangan seksual dalam dua tahun terakhir.

Hampir 9 persen mahasiswa Universitas La Trobe dan Deakin mengatakan bahwa mereka telah diserang, dan 2,3 persen mahasiswa Deakin mengatakan bahwa penyerangan tersebut terjadi di universitas.

Mahasiswa RMIT juga mengalami tingkat kekerasan seksual yang lebih tinggi di universitas daripada rata-rata nasional, yaitu 2,1 persen.

Meski demikian, mayoritas pelecehan tidak dilakukan di universitas, tapi di transportasi umum saat mahasiswa bepergian ke dan dari kampus.

Secara nasional, hampir kurang dari seperempat siswa mengatakan bahwa mereka dilecehkan secara seksual di transportasi umum.

Skip Vine Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

VINE: Data Pelecehan Mahasiswa

Di negara bagian Victoria, angka itu jauh lebih tinggi dengan hampir sepertiga mahasiswa di RMIT, Universitas Melbourne, dan Swinburne menyatakan bahwa mereka telah dilecehkan di transportasi umum.

Skip Vine Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

VINE: Data Penyerangan Mahasiswa

Di Universitas Victoria, 40 persen mahasiswa mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan.

Universitas Jumlah mahasiswa alami pelecehan seksual dalam transportasi umum dari dan menuju kampus
Universita Victoria 40 persen
Universitas Melbourne 32 persen
Universitas RMIT 32 persen
Universitas Swinburne 32 persen
Monash University 27 persen
Universitas La Trobe 25 persen
Universitas Deakin 13 persen
Rata-rata nasional 22 persen

Laporan tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengalami pelecehan dan penyerangan seksual tidak membuat laporan resmi, atau tidak mencari layanan dukungan dari universitas mereka.

Banyak yang bilang, mereka tidak yakin kejadian itu cukup serius untuk dilaporkan.

Sejak diserang, Emma memutuskan untuk menjadi aktivis untuk keselamatan siswa, meminta universitas untuk berbuat lebih banyak untuk mencegah serangan dan pelecehan seksual.

Ia mengatakan bahwa para korban tidak tahu ke mana harus pergi, tidak merasa didukung oleh universitas, dan para anggota komite mahasiswa berusia 21 tahun tak dilengkapi dengan pengetahuan tentang pelecehan dan penyerangan di acara luar kampus.

Ketika ia mulai berbicara tentang pengalamannya, Emma mengatakan bahwa ia menemui sejumlah orang yang keheranan, dan sebuah persepsi bahwa penyerangan di universitas adalah masalah yang terbatas pada perguruan tinggi di Amerika Serikat saja.

"Universitas-universitas Australia sangat luar biasa dalam menjaga reputasi publik mereka tetap bersih, dan mereka tidak membiarkan hal-hal semacam ini tersebar ke publik," tutur Emma.

"Mereka menyembunyikannya dan mereka menghadapinya secara internal dan diam-diam."

Diterbitkan Rabu 2 Agustus 2017. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.