ABC

Universitas Canberra Dicurigai Salurkan Dana ke Organisasi Mahasiswa Bermasalah

University of Canberra (UC) di ibukota Australia dicurigai menyalurkan biaya yang wajib dibayar oleh mahasiswanya ke organisasi yang mengalami masalah hutang, manajemen, dan hanya memiliki sedikit anggota.

Tahun lalu, diadakan tinjauan terhadap masalah-masalah yang dialami organisasi bernama University of Canberra Students' Association, atau Asosiasi Mahasiswa University of Canberra (UCSA) tersebut.

Tinjauan yang sampai ke tangan ABC tersebut membuahkan rekomendasi agar UCSA gulung tikar atau melakukan restrukturisasi besar-besaran. Diperingatkan pula, bila kedua tindakan itu dilakukan, maka reputasi universitas maupun UCSA akan terganggu.

Kedua pihak memutuskan tidak mempublikasikan temuan-temuan tinjauan itu. University of Canberra setuju meningkatkan jumlah yang bisa disalurkan ke UCSA dari biaya yang dibayar oleh para mahasiswa.

James Pace, mantan presiden UCSA, mengatakan bahwa tak banyak yang berubah sejak diadakan tinjauan tersebut. Sedangkan presiden yang tengah menjabat, Jacob White, menolak berkomentar soal tinjauan yang katanya akan tetap bersifat rahasia itu.

Sejak tahun lalu, hampir 900.000 dollar (Rp 9,3 miliar) disalurkan ke UCSA dari dana yang dibayar oleh mahasiswa dalam bentuk biaya layanan dan fasilitas mahasiswa (SSAF).

Menurut situs resmi universitas, sebanyak 251.000 dollar dialokasikan untuk administrasi UCSA, seperti biaya staf dan keuangan.

Namun, tinjauan tahun lalu, yang dilaksanakan oleh Wakil Kanselor University of Southern Queensland, Carl Railings, mendapati bahwa jumlah hutang UCSA melonjak, dari 29.404 dollar pada tahun 2011, diramalkan menjadi 196.333 dollar pada tahun 2013.

Selain itu, organisasi itu mengalami berbagai masalah seperti struktur buruk dan tak adanya rencana bisnis maupun strategis.

Pada awal bulan Maret 2014, masalah di UCSA sudah tercium, saat organisasi tersebut mengumumkan tak sanggup lagi mengoperasikan fasilitas akomodasi mahasiswa di kampus.

Menurut White, laporan tahun lalu tak digubris, karena UCSA ingin ada tinjauan dari pihak yang berbeda. Namun, bulan lalu laporan lain pun menghasilkan temuan serupa.

Pace menyatakan bahwa kemungkinan UCSA akan membayar hutangnya dengan uang dari para mahasiswa, namun White membantah perkiraan tersebut.

"UCSA hanya menggunakan dana SSAF untuk kegiatan yang disetujui oleh SSAF, seperti yang disebutkan dalah peraturan persemakmuran terkait..."

White mengaku bahwa saat ini organisasinya mulai menjalankan rekomendasi yang diberikan.

ABC menanyakan sejumlah pertanyaan pada University of Canberra. Pihak universitas menolak menjawab mengapa mereka tak memberitahu para mahasiswa yang membayar biaya tentang situasi ini.