ABC

Uni Emirat Arab Dikritik Berikan Penghargaan Kesetaraan Gender Untuk Pria

Selama ini dalam soal kesetaraan gender, biasanya yang mendapatkan penghargaan adalah mereka yang berjenis kelamin perempuan, karena ada usaha pencapaian keseteraan gender antara laki-laki dan perempuan.

  • Banyak netizen di media sosial mempertanyakan mengapa tidak ada perempuan yang mendapatkan penghargaan
  • Kantor Media Dubai mengatakan UAE telah mengurangi kesenjangan gender di seluruh sektor pemerintahan
  • Negara ini menduduki peringkat 121 dari 149 negara dalam laporan kesetaraan gender tahun 2018

Namun pemerintah Uni Emirat Arab mendapat perhatian dan kritikan ketika mengumumkan bahwa penerima penghargaan kesetaraan gender di tahun 2019 semuanya adalah pria.

Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, penguasa Dubai, yang juga adalah Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab di Twitter hari Senin (28/1/2019) malam ketika mengumumkan pemenang penghargaan mengatakan negeri itu mencapai ‘kemajuan besar’ dalam mempromosikan kesetaraan gender.

Namun yang anehnya semua penerimanya adalah laki-laki.

Penghargaan antara lain Tokoh Terbaik Pendukung Kesetaraan Gender, Tokoh Federal Terbaik Pendukung Keseteraan Gender, dan Inisiatif Kesetaraan Gender Terbaik semuanya dimenangkan oleh pria yang bekerja di Departemen Keuangan, Otoritas Statistisk dan Persaingan Federal, dan Kementerian Sumber Daya Manusia.

“Ada sesuatu yang aneh dari para pemenang Penghargaan Kesetaraan Gender UAE ini.” tulis Stephen Lautens di Twitter.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi.”

"Maaf, gender mana yang ingin mereka setarakan? Saya hanya melihat satu saja." kata yang lain.

Pemerintah Uni Emirat Arab belum memberikan jawaban ketika diminta memberikan komentar.

Namun dalam cuitan lanjutan, Departemen Media Dubai tampaknya berusaha menjawab kontroversi, dengan menyebutkan sumbangan perempuan di sana.

“Kami bangga dengan keberhasilan perempuan Emirat dam peran penting mereka dalam membentuk masa depan negeri ini.” tulisnya, bersamaan dengan foto lima perempuan yang tidak disebut namanya yang berdiri bersama para pemenang.

"Kesetaraan gender sudahh menjadi pilar dalam institusi pemerintahan kita."

Disebutkan mereka sudah mencapai target yang ditentukan di tahun 2015 guna mengurangi kesenjangan gender di seluruh sektor pemerintahan.

Bulan April tahun lalu, kabinet Uni Emirat Arab menyetujui aturan guna memastikan perempuan mendapat bayaran yang sama dengan pria.

Juga menyetujui bahwa jumlah perempuan di Badan pertimbangan pemerintah akan berjumlah setengahnya ketika badan tersebut diperbarui keanggotaannya tahun ini.

Dengan itu, jumlah perempuan di badan tersebut akan naik dari 9 orang menjadi 20 orang.

Dalam laporan Forum Ekonomi Dunia tahun 2018, UEA berada di peringkat 121 dari 149 negara dalam hal kesetaraan gender di bidang pendidikan, kesehatan dan partisipasi di dunia politik.

Para pengkritik mengatakan hukum di Uni Emirat Arab masih belum adil.

Menurut Human Rights Watch, pemerkosaan dalam pernikahan bukan dianggap kejahatan, dan kekerasan dalam rumah tangga diperbolekan sepanjang ‘pemukulan tidak melebihi apa yang diperbolehkan oleh hukum Islam.”

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

ABC/Reuters