ABC

Tunjangan Tentara Australia Dipangkas

Langkah penghematan yang dilakukan Pemerintah Australia kini berdampak pada pemotongan uang tunjangan bagi ribuan tentara Australia yang bertugas di Timur Tengah.

Pemerintah mengatakan, perubahan itu dilakukan sehubungan dengan penarikan Australia dari Afghanistan dan pengaturan kembali penempatan tentara Australia di kawasan.

"Tunjangan lapangan" harian - yang dijuluki oleh beberapa kalangan dalam Pasukan Pertahanan sebagai "uang bahaya" - tidak lagi diberikan kepada semua tentara di Afghanistan, tapi lebih ditentukan atas dasar kasus per kasus.

Tunjangan tersebut, hingga 56 dolar per hari, diberikan kepada personil yang harus bertugas dalam kondisi yang sulit.

Tunjangan lainnya, bernilai 200 dolar per hari bagi tentara di Afghanistan dan 125 dolar per hari bagi mereka yang ditempatkan di negara-negara Teluk dan operasi anti-perompakan, juga bakal kena pangkas.

Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan, keputusan untuk memangkas tunjangan itu diambil oleh pimpinan militer, tapi dengan dukungannya.

"Sifat dari tugas di Afghanistan dan bagian-bagian lain Timur Tengah sudah berubah," kata Abbott kepada radio setempat, Rabu (29/1/2014).

Sebelum akhir tahun lalu, banyak tentara Australia di Afghanistan bertugas di lapangan - mereka terlibat pertempuran, kata Abbott. Tahun ini dan seterusnya, peranan mereka adalah sebagai pelatih dan pendukung.

Neil James, dari Australia Defence Association, mendukung pemangkasan tunjangan meskipun ia mengakui bahwa sebagian kalangan di Pasukan Pertahanan mungkin akan kecewa.

Yang dikhawatirkannya adalah bagaimana perubahan itu akan berpengaruh pada anggota Angkatan Laut yang bertugas dalam operasi anti-perompakan di Timur Tengah, operasi yang dikatakannya tetap berbahaya.