ABC

Tubuh Kurang Gerak Bebankan Dunia Miliaran Dolar

Beban yang ditanggung dunia global akibat kurang melakukan gerak fisik selama tahun 2013 dikalkulasikan mencapai $US67.5 miliar atau $90 miliar dalam sebuah penelitian internasional pertama yang dilakukan oleh University of Sydney.

Temuan yang dipublikasikan di journal Lancet, memasukkan beban biaya dari penyakit-penyakit yang bersumber dari gaya hidup pada anggaran kesehatan begitu juga dengan biaya dari kematian prematur yang berhubungan dengan kebiasaan kurang gerak fisik.

Beban biaya ini di negara-negara berkembang dikalkulasikan dengan cara berbeda karena konsekwensi dari penyakit terkait gaya hidup ini sering kali berbentuk kematian dini.

Peneliti senior di Sydney University, Melody Ding mengatakan beban biaya ini termasuk didalamnya pengeluaran biaya perawatan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit kronis seperti diabetes dan juga penyakit jantung.

"Keduanya merupakan penyakit yang dihubungkan dengan tubuh yang kurang bergerak," kata Dr Ding.

"Beban biaya ini juga termasuk beban kehilangan produktivitas ketika orang meninggal prematur karena kurang melakukan gerak fisik,"

Penelitian ini juga memasukan data dari 142 negara, yang meliputi 93,2 persen populasi global.

Australia memikul beban biaya yang sangat tinggi.

Pada tahun 2013, jumlah beban biaya akibat kurang gerak fisik terhadap perekonomian Australia mencapai $805 juta, yang terdiri dari $640 juta dari biaya langsung dan $165 juta akibat kehilangan produktivitas.

Fitness tersembunyi

Baru-baru ini saja lingkungan kerja mengambil peran untuk mendorong orang untuk lebih banyak bergerak, dengan mengubah rancangan kantor dan juga denah kantor yang mendorong terciptanya apa yang disebut lingkungan kerja berbasis aktivitas.

Beberapa perusahaan besar Australua telah mengadopsi sejumlah model termasuk Macquarie Bank, Microsoft dan perusahaan akuntansi KPMG.

Andrew May adalah rekan dari Klinik Kinerja di KPMG, sebuah seksi di perusahaan tersebut yang dirancang untuk membantu organisasi itu meningkatkan produktivitas dan kinerja staf mereka.

Dia mendorong karyawannya untuk bergerak sesering mungkin dalam sebuah rezim yang disebut 'fitner tersembunyi'.

"Kami berusaha dan mengupayakan orang untuk setiap hari melakukan 10 ribu langkah, jadi fitnes tersembunyi ini semacam sistem pertemuan berbicara dan berjalan, jadi ketimbang melakukan rapat dengan duduk melingkar, maka kami memilih untuk bercakap-cakap sambil menuju tempat minum kalau percakapan itu hanya dilakukan dua orang saja atau pergi ke taman sehingga bisa melakukan percakapan itu dalam kelompok atau 3 atau 4 orang saja," katanya.

Kepala Karyawan, Kinerja dan Kebudayaan di KPMG, Susan Ferrier, mengatakan ketika para karyawan mereka sehat, maka perusahaan akan diuntungkan.

"Jika kita melakukan rancangan lingkungan kerja seperti ini maka kita akan memperoleh keuntungan lebih tinggi dan akan memiliki karyawan yang lebih antusias, lebih terhubung, lebih produktif, lebih kreatif dan lebih inovatif," katanya.

Direktur Ekonomi Kesehatan di Cornell University, Professor John Cawley, mengatakan pemerintah dan para pebisnis perlu memperhatikan bagaimana menggunakan data ini untuk mencegah orang mengembangkan apa yang dimaksud dengan penyakit berkaitan dengan gaya hidup.

"Saya kira kita benar-benar harus memikirkan cara untuk memberikan insentif bagi orang-orang agar mau lebih banyak bergerak, tidak dengan menggunakan tongkat (sanksi) tapi dengan umpan," kata Professor Cawley.

"Menjadikan orang-orang ini tertarik untuk menjalankan gaya hidup yang sehat, kemungkinan dengan menggandengkannya pada mekanisme seperti pajak bagi makanan berkalori tinggi, imbalan keuangan karena berhasil menurunkan berat badan - jadi upaya semacam ini harus menjadi bagian dari paket kebijakan," katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini. Diterjemahkan pada pukul 17:56 wib, 28/07/2016, oleh Iffah Nur Arifah.