ABC

Trump Dikritik Karena Memberi Hormat Jenderal Korea Utara

Korea Utara telah mempublikasikan serangkaian foto dan video mengenai pertemuan bersejarah antara pemmpin mereka Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk satu adegan yang dianggap aneh.

Dalam gambar yang ditayangkan oleh televisi nasional Korea Utara, Trump dan salah seorang jenderal senior Korea Utara sempat mengalami kebingungan bagaimana menyapa satu dengan yang lain.

Di saat Presiden Trump mengulurkan tangan untuk berjabatan, Jenderal yang adalah Menteri Angkatan Bersenjata No Kwang-chol memberi hormat.

Presiden Trump kemudian mengangkat tangan memberi hormat, namun Jenderal No tampaknya menunggu jabatan tangan dari Trump.

Akhirnya keduanya berjabatan tangan.

Keputusan Trump memberi hormat kepada seorang jenderal dari negara otoriter seperti Korea Utara yang memiliki sejarah panjang pelanggaran hak asasi manusia menimbulkan banyak pertanyaan dan kritik.

“Ini adalah peristiwa yang akan digunakan berulang kali dalam propaganda Korea Utara sebagai ‘bukti’ bahwa Presiden Amerika Serikat menghormati militer Korea Utara.” kata Jean H Lee, seorang pakar Korea Utara di Woodrow Wilson Centre Washington kepada harian The Washington Post.

"Ini akan dilihat sebagai kemenangan militer oleh warga Korea Utara."

Sekretaris Press Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan bahwa Presiden Trump hanya menunjukkan ‘penghormatan umum.’

Siaran yang ditayangkan oleh televisi Korea Utara itu juga menunjukkan rakyat berjejer di bandara ketika Kim Jong-un meninggalkan Pyongyang menaiki pesawat Air China yang membawanya ke Singapura.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini