ABC

‘Travel Bubble’ Australia dan Selandia Baru Kemungkinan Dimulai Kuartal I 2021

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt mengatakan Pemerintah Federal Australia menyambut baik pengumuman Selandia Baru soal 'travel bubble' dengan negaranya.

Senin kemarin (13/12), Kabinet Selandia Baru setuju untuk membentuk gelembung trans-Tasman dengan Australia awal tahun depan, seperti yang diumumkan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Kesepakatan itu akan berlangsung selama Australia dapat mempertahankan angka penularan yang rendah dan masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Australia.

Menkes Greg mengatakan Pemerintah Federal akan "sepenuhnya" menyetujui perjanjian tersebut.

Menurutnya, dibukanya perjalanan antara kedua negara akan menguntungkan Australia dan Selandia Baru.

"Kami secara sadar membuka akses ke Australia untuk warga dari Selandia Baru karena jumlah kasus mereka sangat rendah dan kami tahu akan tiba saatnya angka penularan di Australia juga akan meyakinkan mereka," kata Menkes Greg.

"Ini memberikan kesempatan bagi warga Selandia Baru [dan] Australia untuk mengunjungi Selandia Baru… tanpa harus karantina."

A man in a mask pushes a suitcase trolley at Sydney airport, in front of a sign with silver fern that says: "We've miss you".
Beberapa negara bagian di Australia telah membuka perbatasannya dengan Selandia Baru.

AAP: Dean Lewins

Menkes Greg juga mengatakan kesepakatan akan mudah dicapai dengan Selandia Baru, karena beberapa negara bagian di Australia telah menyambut kunjungan warga Selandia Baru.

Akhir pekan kemain, Selandia Baru dan kawasan Cook Islands mengumumkan dibentuknya gelembung perjalanan, sehingga memungkinkan warga untuk melakukan perjalanan antara kedua negara tanpa karantina.

Keputusan Selandia Baru untuk mengizinkan gelembung perjalanan dengan Australia terinspirasi dari keputusan negara bagian Queensland, yang pekan lalu membuka perbatasannya untuk warga Selandia Baru.

Semua negara bagian di Australia telah dibuka untuk warga Selandia Baru, kecuali Australia Barat yang masih menerapkan ketentuan karantina selama 14 hari, saat warga Selandia Baru datang ke negara bagiannya.

Sejak Oktober, warga Selandia Baru sudah diperbolehkan melakukan perjalanan ke Australia tanpa harus menjalani karantina di negara bagian tertentu, tetapi tidak sebaliknya.

PM Ardern dalam konferensi pers tidak menyebutkan tanggal pasti kapan 'travel bubble' akan dimulai, tapi mengatakan kemungkinan akan terjadi di kuartal pertama tahun 2021.

"Kami tidak ingin menetapkan tanggal tertentu sebelum waktunya. sebelum kami membuat keputusan akhir, karena orang akan membuat rencana, memesan penerbangan, dan mungkin memesan hotel karantina yang bisa saja mereka batalkan," katanya.

Welcome back display at Cairns Airport to interstate visitors for December 1, 2020.
Suasana di Bandara Cairns Airport pada awal Desember lalu. Queensland telah membuka perbatasannya kembali.

Foto: Cairns Airport

PM Ardern mengatakan keberadaan gelembung perjalanan dengan Australia akan bergantung dengan jumlah penularan di Australia.

Salah satu syaratnya adalah tidak adanya penularan virus corona secara lokal selama 28 hari.

Dia mengatakan Pemerintah Selandia Baru harus memastikan adanya rencana persiapan, jika wabah COVID-19 terjadi kembali di Australia.

Hari Selasa (15/12), Menteri Tanggap COVID-19 Selandia Baru, Chris Hipkins akan pergi ke Bandara Auckland untuk melihat bagaimana "pemisahan" antara para pelancong internasional akan dilakukan.

"Kami tak ingin melihat pelancong datang dari negara zona aman berbaur dengan pelancong dari tempat lain, jadi kami akan memastikan semuanya teratur," katanya.

"Maskapai penerbangan sendiri membutuhkan waktu untuk bersiap memastikan memiliki cukup pesawat dan awak untuk menerbangi rute yang kita bicarakan, baik dengan trans-Tasman dan Cook Islands."

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporannya dalam bahasa Inggris

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.