Tony Abbott Bertemu Presiden Perancis Francois Hollande
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengakhiri lawatan resminya di Perancis dengan menggelar pertemuan bilateral membahas beragam isu dengan Presiden Perancis, Francois Hollande di Paris.
Kedua pemimpin negara ini menggelar pertemuan resmi pertama mereka di Istana Elysee pada Sabtu (7/6), sebelum Tony Abbott melanjutkan perjalanannya ke Kanada dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi waktu setempat.
Hollande menggunakan kesempatan itu untuk mengucapkan apresiasi mendalam warga Perancis atas pengorbanan warga Australia yang ikut mempertahankan Perancis pada Perang Dunia I dan II. Pertemuan itu juga membahas beragam isu lain.
Isu keamanan menjadi agenda pembahasan yang cukup penting, dalam pertemuan itu Hollande menjelaskan kepada Abbott mengenai diplomasi tingkat tinggi yang sedang berlangsung terkait situasi di Ukraina.
Keduanya juga turut membahas perkembangan yang terjadi di kawasan Laut China Selatan dan sepakat mengenai pentingnya dilakukan kerjasama intelejen dan keamanan yang erat untuk merespon ancaman yang dilakukan oleh para pemberontak yang kembali dari Suriah.
Pasangan ini juga membahas mengenai pertemuan G20 pada November mendatang, dimana Hollande akan menjadi Presiden Perancis yang pertama kali mengunjungi Australia.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan tersebut, Presiden Perancis juga memuji hubungan bilateral yang dinamis antara negaranya dengan Australia.
Sebelum pertemuan Sabtu itu, Tony Abbott sempat mengunjungi Taman Makam Pahlawan PD I di Kawasan Western Front, yakni Villers-Bretonneux, Pozieres dan Thiepval.
Berbicara pada acara minum teh pagi di sekolah Victoria bersejarah di Villers-Bretonneux, Tony Abbott dihadapan pejabat dan warga setempat mengatakan di kawasan Western Front, ada sekitar 46,000 prajurit Australia yang tewas. Angka itu sama dengan jumlah prajurit Australia yang tewas dalam pertempuran di Teluk Anzac di Turki.
"Tidak ada tempat di bumi ini yang telah dialiri darah prajurit Australia lebih banyak dibandingkan tempat ini yang berlokasi di wilayah Utara Perancis,” kata Abbott.
"Warga Australia pastinya sangat kenal dengan cerita pertempuran di Western Front sebagaimana halnya pertempuran di Gallipoli."
Abbott juga mengumumkan rencana untuk membangun museum interaktif di dekat museum prajurit Australia di Villers-Bretonneux untuk membantu menceritakan kisah-kisah yang terjadi selama masa perang yang melibatkan prajurit Australia tersebut.
Hadiri Misa Minggu sebelum menuju Amerika Utara
Tony Abbott menurut rencana akan menghadiri Misa Minggu di Katedral Notre Dame Paris yang terkenal sebelum berangkat ke Otawwa.
Ada sejumlah delegasi pebisnis yang akan menemaninya bertemu dengan mitra kerjanya di Kanada, Stephen Harper sebelum melakukan lawatan ke AS.
Abbott direncanakan akan bertemu dengan Presiden AS, Barack Obama namun kunjungan ke AS ini menuai kritik dari Partai Buruh yang mengecam Abott lantaran membatalkan sejumlah pertemuan dengan pejabat keuangan penting.
PM Abbott telah menetapkan rencananya unutk bertemu dengan sejumlah pejabat pembuat kebijakan keuangan utama AS termasuk Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen dan Menteri Keuangan AS, Jack Lew.
Meski demikian, rencana pertemuan dengan Direktur International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim masih belum jelas lantaran jadwal Abbott yang padat, menurut penasehat Abbott.
Pemimpim Oposisi, Tanya Plibersek Sabtu kemarin mengatakan sangat tidak biasa kalau PM Abbott tidak memastikan pertemuan dengan kedua otoritas keuangan dunia itu mengingat Australia akan menjadi tuan rumah pertemuan G20 pada November mendatang.
Abbott juga menurut rencana akan bertemu dengan Sekretaris Negara AS, John Kerry, Menteri Pertahanan Chuck Hagel dan sejumlah politisi dari Republik dan Demokrat