ABC

Tidak Ada Wakil di Australia Open, Indonesia Semakin Tertinggal

Turnamen tenis grandslam pertama tahun 2014 Australia Terbuka dimulai hari Senin (13/01/2014) di Melbourne Park, dan tidak ada satupun pemain asal Indonesia  yang bertanding di babak kualifikasi maupun babak utama.

Petenis Indonesia terakhir yang tampil di Australia Terbuka adalah Yayuk Basuki di tahun 2010 ketika dia terjun lagi di nomor ganda putri, setelah sebelumnya mengundurkan diri.

Sebelumnya Yayuk Basuki bermain di Australia Open adalah di tahun 2000 dan 2001. Prestasi terbaik Yayuk Basuk di Melbourne adala maju ke babak ketiga di tahun 1998.

Setelah Yayuk Basuki, Indonesia kemudian diwakili oleh Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja yang masuk babak utama terakhir kalinya tahun 2004.

Masa Yayuk Basuki, dan sebelumnya merupakan salah satu masa "keemasan" dalam kiprah tenis Indonesia di gelanggang internasional di tahun 1980-an dan awal 1990-an di saat China belum lagi banyak berkecimpung di tingkat dunia.

Setelah itu, China, dan juga Jepang terutama di bagian putri mulai menjadi jago di Asia, sementara prestasi para pemain Indonesia semakin menurun.

Li Na dari China menjadi petenis putri Asia pertama yang menjadi juara tunggal putri grandslam ketika menjuarai Prancis Terbuka di tahun 2011 mengalahkan petenis Italia Francesca Schiavone.

Bila para pemain Indonesia tidak ada lagi yang mampu masuk ke turnamen grandslam Australia Terbuka ini ,para pemain Cina dan Jepang semakin banyak terlibat.

Dari kawasan Asia, Jepang paling banyak menempatkan pemain di bagian putra, dengan 4 orang masuk di babak utama dengan pemain utama mereka Kei Nishikori diunggulkan di tempat 16.

Sementara itu China paling banyak memiliki pemain di tunggal putri, dengan  menyertakan 6 pemain di dalam undian 128 pemain. Finalis dua kali Li Na menjadi pemain paling top mereka dengan sekarang menempati unggulan ke-4.

Pemain Asia lain yang masuk ke babak utama baik di bagian tunggal putra putri maupun ganda adalah Taiwan, Thailand, Filipina, India, dan Pakistan.