ABC

Tersengat Listrik Keran Taman, Gadis Perth Alami Kerusakan Otak Parah

Keluarga seorang gadis berusia 11 tahun di Perth yang terkena sengatan listrik dari keran taman mengatakan bahwa sang gadis telah menderita "luka otak yang dahsyat" dan dokter tak berpikir ia akan bertahan ketika alat bantu pernafasan dicabut dari tubuhnya.

Diagnosa itu mengikuti hasil tes MRI terhadap Denishar Woods di Rumah Sakit Princess Margaret untuk mengetahui tingkat kerusakan otak yang dideritanya akibat kecelakaan itu.

Ibu Denishar, Lacey Harrison, mengatakan bahkan jika putrinya bertahan, ia "akan berada dalam keadaan disfungsi otak yang kronis".

"Begitu mereka menarik tabung pernafasan, ia harus melihat apakah ia bisa bernafas, tapi kira-kira seperti itu hidupnya," ujar Lacey.

Bibi Denishar mengatakan bahwa dokter telah memberi tahu keluarga mereka bahwa sang keponakan tidak akan pernah sembuh.

"Itulah yang dokter percaya, ia tak berpikir bahwa Denishar bisa pulih atau akan pulih, ia pikir hasil terbaiknya adalah dia bisa bernafas, dan itu bukan kehidupan untuk seorang gadis kecil sepertinya," kata Katrina Harrison.

Dokter dijadwalkan mencabut bantuan pernafasan dari tubuh Denishar untuk sementara pada hari Jumat (9/3/2018) untuk menguji apakah ia bisa bernafas sendiri.

Keluarganya mengatakan jika itu tidak berhasil, usaha lain akan dilakukan dalam beberapa hari.

Katrina mengatakan jika Denishar tidak nisa bernapas secara mandiri saat itu, ia akan dipasang alat bantu seumur hidup "selama ia membutuhkannya".

"Bagaimana Anda bisa membuat keputusan? Ia masih di sana tapi tak ad," katanya.

"Saya tak bisa melihat ia menderita sekarang.”

"Kecuali ada keajaiban, yang saya percaya, yang saya ingin percaya - bahwa ia akan melawan perkiraan ahli medis."

Para dokter telah memberitahu keluarga Denishar Woods bahwa gadis ini tak mungkin pulih dari cedera yang dialaminya.
Para dokter telah memberitahu keluarga Denishar Woods bahwa gadis ini tak mungkin pulih dari cedera yang dialaminya.

Supplied

Kecelakaan seharusnya tak terjadi

Denishar mengalami sengatan listrik yang sangat besar saat ia mencoba mematikan keran taman pada Sabtu (3/3/2018) malam di komplek Departemen Perumahan di Beldon, utara Perth.

Ia telah ditempatkan di tempat pendingin di rumah sakit untuk mencoba membatasi kerusakan panas pada organ dalamnya.

Katrina menuntut jawaban dari pihak berwenang tentang apa yang terjadi.

"Saya akan mendapatkan jawaban itu dan itu harus segera diberikan,” katanya.

"Ia ada di sana pada suatu menit, hilang di menit berikutnya, mengalami sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi," kata Katrina Harrison.

Setruman dari keran air menyengat Denishar dengan tegangan listrik 250 volt.
Setruman dari keran air menyengat Denishar dengan tegangan listrik 250 volt.

ABC News: Irena Ceranic

Tegangan listrik sungguh berbahaya

Ibu Denishar juga terluka dalam kecelakaan itu saat ia mencoba menyeret putrinya keluar dari genangan air listrik.

Lacey sedang menyiram kebunnya pada Sabtu (3/3/2018) malam listrik di rumah padam, dan saat ia pergi ke kotak meteran untuk menghidupkan kembali listriknya, ia terkena setruman kecil.

Ia mengatakan bahwa dirinya menghubungi jalur darurat Departemen Perumahan untuk memberi tahu mereka tentang kesalahan tersebut, namun tak diberi peringatan untuk tidak menyentuh apapun.

Denishar kemudian pergi untuk mematikan selang taman dan langsung dialiri oleh arus listrik yang masif.

Konsleting listrik telah disalahkan atas kerusakan pada pasokan listrik, yang dikenal sebagai "rangkaian terbuka netral",di properti itu.

Setruman mengenai Denishar dengan gelombang hingga 250 volt, lima kali dari jumlah yang bisa menyebabkan kerusakan serius pada tubuh manusia.

Keluarga Denishar mengelilingi ibunya, Lacey Harrison, di luar rumah sakit.
Keluarga Denishar mengelilingi ibunya, Lacey Harrison, di luar rumah sakit.

ABC News: Hugh Sando

Kesalahan Departemen Perumahan

Katrina Harrison mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya keluarga tersebut menghadapi masalah yang melibatkan properti Departemen Perumahan.

"Kami tak menelepon hanya karena kami bosan dan kami tidak melakukan hal lain, kami menelepon karena ada masalah.”

"Kami selalu diberi tahu 24 jam atau 48 jam [waktu tunggu], dan sekarang saya kehilangan keponakan saya, ia kehilangan putrinya, akibat sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi.”

"Ini sangat salah dan itu tidak adil."

Kecelakaan ini terjadi di rumah keluarga yang berada di komplek milik pemerintah di Beldon, utara Perth.
Kecelakaan ini terjadi di rumah keluarga yang berada di komplek milik pemerintah di Beldon, utara Perth.

ABC News: Irena Ceranic

Menteri Perumahan Peter Tinley mengatakan bahwa departemennya akan melakukan apa pun untuk mendukung keluarga Denishar.

Ia mengatakan penyelidikan oleh Kantor Keselamatan Energi akan menentukan apa yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

"Kami akan mencari tahu apa yang telah terjadi agar kami bisa memastikan warga Australia Barat lainnya aman dan ini tidak akan terjadi lagi."

Seorang pengacara di Perth mengatakan bahwa keluarga Woods bisa memenuhi syarat untuk mendapat kompensasi jutaan dolar jika Departemen Perumahan terbukti gagal menyediakan perumahan yang aman dan memadai.

Peter Tinley mengatakan, pemerintah akan mencari tahu apa yang salah di komplek tersebut.
Peter Tinley mengatakan, pemerintah akan mencari tahu apa yang salah di komplek tersebut.

ABC News: Pamela Medlen

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.