ABC

Terpicu Larangan Iklan FB Dan Kebijakan India, Bitcoin Turun Drastis

Setelah minggu tanpa ampun yang diwarnai tindakan keras terhadap cyptocurrency dan insiden peretasan yang besar, harga bitcoin jatuh ke US$ 8,590 (atau setara Rp 114 juta) pada hari Jumat (2/2/2018).

Poin utama:

• Harga Bitcoin dan cryptocurrency lainnya turun tajam pada minggu lalu

• India adalah negara terakhir yang mempertimbangkan tindakan keras terhadap cryptocurrency

• Facebook memberlakukan kebijakan baru yang melarang iklan cryptocurrency

Nilai itu kurang dari setengah dari apa yang dicapai hanya enam minggu lalu, ketika bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka $ US19.343 (atau setara Rp 258 juta) pada pertengahan Desember.

Tak satu pun dari cryptocurrency besar lainnya bisa lolos dari penurunan ini.

Sejak Senin (29/1/2018), ethereum telah jatuh ke angka US $ 967 (atau setara Rp 12,9 juta), dan ripple turun tajam di angka 85 sen AS (atau setara Rp 10.000) -masing-masing turun 22 dan 39 persen.

Sedangkan bitcoin sendiri telah turun 28 persen sejak awal minggu ini.

India menindak keras aset cryptocurrency

Pemicu terbaru dari gelombang penjualan cryptocurrency adalah pidato Menteri Keuangan India, Arun Jaitley, pada hari Kamis (1/2/2018).

Pemerintah "tidak mengakui lelang yang sah dari cryptocurrency atau bitcoin dan akan mengambil semua tindakan untuk menghilangkan penggunaan aset crypto ini dalam membiayai kegiatan yang tidak sah atau sebagai bagian dari sistem pembayaran", kata Jaitley kepada anggota Parlemen di New Delhi.

Namun ia juga mengatakan, Pemerintah India akan mengeksplorasi potensi ‘blockchain’, teknologi yang mendasari bitcoin dan mata uang digital pesaingnya.

Langkah ini mengikuti pengumuman Korea Selatan bahwa pihaknya berencana untuk melarang perdagangan cryptocurrency, dan larangan China untuk penawaran koin awal (ICO) -kedua peristiwa tersebut menyebabkan jatuhnya harga di pasar yang bergejolak.

Namun, pejabat Korea Selatan kemudian mengklarifikasi bahwa larangan tersebut hanyalah salah satu langkah yang dipertimbangkan.

Kemudian pada hari Rabu (31/1/2018), menteri keuangan Kim Dong-yeon mengkonfirmasi bahwa pemerintahnya tidak memiliki rencana untuk menerapkan tindakan keras seberat China.

Larangan beriklan di Facebook

Aksi jual dimulai dengan peretasan bursa mata uang digital terbesar Jepang ‘Coincheck’ minggu lalu, yang membuat cryptourrency sebesar 58 miliar yen (atau setara Rp 6,6 triliun) dicuri.

Coincheck telah setuju untuk membayar ganti rugi sebesar 46,3 miliar yen (atau setara Rp 5,23 triliun) kepada para investor.

Investor terus menjual mata uang digital mereka saat Facebook mengumumkan larangan iklan cryptocurrency pada pertengahan minggu ini.

Kebijakan baru Facebook menyatakan bahwa iklan di platform mereka tidak bisa mempromosikan produk dan layanan keuangan yang "sering dikaitkan dengan praktik promosi yang menyesatkan atau menipu".

Contoh yang disediakan oleh Facebook meliputi "binary option, penawaran koin awal, atau criptocurrency".

Selama beberapa minggu ke depan, Facebook akan menarik iklan yang melanggar larangan "yang bersifat luas" ini.

Tulisan dari kebijakan baru Facebook yang melarang iklan cryptocurrency.
Tulisan dari kebijakan baru Facebook yang melarang iklan cryptocurrency.

Supplied: Facebook

Beberapa pemangku kepentingan, seperti agen mata uang digital bitcoin.com.au telah mendukung langkah ini.

"Keputusan Facebook untuk melarang iklan cryptocurrency adalah reaksi yang bisa dibenarkan terhadap pemasang iklan yang menipu dengan menggunakan platform untuk memanipulasi investor yang tidak menaruh curiga," kata juru bicara agen tersebut.

Di sisi lain, konsultan pemasaran digital, Audrey Belotti, percaya bahwa kebijakan baru ini begitu luas sehingga akan memengaruhi bisnis yang sah yang tak dijalankan untuk menyesatkan atau menipu.

Belotti, yang mengelola kampanye pemasaran untuk beberapa ICO, mengatakan: "Anggaran periklanan sekarang akan diarahkan ke saluran lain."

"Saya akan mempertimbangkan kembali investasi di mana saja untuk menjaring nasabah di saluran yang tak memungkinkan saya untuk memanfaatkannya."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.