ABC

Tekanan Hutang Membuat Warga Australia Kurangi Kebutuhan Dasar

Ada bukti yang menunjukkan kini lebih banyak warga Australia yang mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan dasar mereka, seperti membeli sayuran dan buah-buahan agar tetap bisa membayar listrik.

Layanan bantuan untuk mengatasi masalah hutang, National Debt Helpline, telah menerima sekitar 14.000 telepon di bulan September lalu.

Jumlah ini mencetak rekor di bulan September, yang naik 14 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Layanan non-profit tersebut mengatakan kebanyakan peminjam berasal dari pusat kota Melbourne, Sydney, dan kawasan pedalaman di negara bagian Queensland, dimana biaya listrik meningkat secara drastis.

Mereka kemudian menelpon layanan tersebut, karena memiliki hutang dan tidak tahu lagi harus kemana untuk mencari bantuan.

National Debt Helpline mencoba membantu masalah warga Australia yang terlilit hutang
National Debt Helpline mencoba membantu masalah warga Australia yang terlilit hutang

ABC News: Margaret Burin

Salah satu penelepon adalah Patricia Young, yang bekerja sebagai barista di yayasan Salvation Army di Sydney.

Perempuan berusia 34 tahun ini mendapatkan upah sekitar $19, setara hampir Rp 200 ribu per jam.

Ia mengaku upahnya tidak cukup untuk membayar tagihan listrik yang harganya terus meningkat.

“Saat tagihan datang, kita harus mengurangi membeli buah-buahan dan sayuran,” kata Patricia.

Ia juga mengatakan kesulitan ekonomi telah mempengaruhinya secara emosional.

“Saat meminta bantuan, kita merasa mengalami sedikit kegagalan.”

Kebanyakan telepon yang masuk ke layanan National Debt Helpline berhubungan dengan tagihan gas, hutang kartu kredit, dan sewa rumah.

Fiona Guthrie, juru bicara dari National Debt Helpline, memperingatkan jika kesulitan ekonomi kini kembali dalam posisi meningkat.

“Tidak masalah sebaik apapun Anda membuat anggaran, ada satu titik dimana tidak bisa lagi melakukannya,” ujar Patricia.

Ia juga memperingatkan soal beberapa institusi yang menawarkan pinjaman jangka pendek dengan biaya tinggi.

Menurutnya mereka memanfaatkan situasi dari semakin banyaknya orang-orang yang kesusahan secara ekonomi.

Patricia berharap jika harga listrik akan turun, jika tidak akan semakin sulit baginya untuk mengatasi ekonomi.

Simak beritanya di program radio AM dari ABC, disini.