ABC

Target Ledakan Bom di Melbourne Bukan Ancaman Serius

Polisi meyakinkan orang Melbourne bahwa tidak ada ancaman terorisme khusus terhadap kota itu setelah "orang yang dicurigai" di Timur Tengah menyebut lokasi Melbourne sebagai target potensial pengeboman.

Polisi mengonfirmasi beberapa lokasi di Melbourne telah dibahas, termasuk Queen Victoria Market, Federation Square, Katedral St Paul, wilayah perkantoran hukum William Street, dan pusat perbelanjaan Chadstone.

Asisten Komisi Kepolisian Victoria Ross Guenther mengatakan pria itu mendiskusikan lokasi dengan seseorang di London, dengan berpura-pura mereka berada di Melbourne.

Namun ancaman itu diselidiki oleh polisi di Australia dan di luar negeri, dan polisi merasa yakin "tidak ada ancaman langsung ... ke Melbourne," kata Guenther.

"Saya menekankan bahwa orang seharusnya tidak perlu khawatir," katanya.

Guenther mengonfirmasi seorang pria bernama Sajed, yang mengaku sebagai bagian dari jaringan teroris, mengirim instruksi tentang kemungkinan serangan di Melbourne.

Tetapi pesan-pesannya diterima oleh orang-orang di Inggris yang berpura-pura sebagai jihadis, yang menyerahkannya kepada pihak berwenang.

"Informasi itu kemudian dibagi dengan mitra keamanan penegak hukum kami yang menilai informasi itu dan menyimpulkan bahwa itu tidak menimbulkan ancaman yang kredibel," kata Guenther.

"Saya ingin benar-benar jelas bahwa masalah ini tidak dianggap enteng oleh Polisi Victoria.

"Orang harus diyakinkan. Faktanya adalah bahwa bahan instruksi seperti itu tidak biasa.

"Kami tahu bahwa kelompok-kelompok teror telah memberikan instruksi serupa untuk serangan di kota-kota di seluruh barat selama beberapa tahun sekarang.

"Ini bukan masalah Victoria, itu bukan masalah Australia. Ini ancaman bagi semua kota besar di barat."

Kepala Pemerintahan Victoria Daniel Andrews mengatakan dia memiliki kepercayaan pada unit anti terorisme Victoria untuk menjaga keamanan publik.

"Saran yang saya dapatkan dari Polisi Victoria tidak ada, dan tidak ada, ancaman yang kredibel," katanya.

Puluhan orang dipantau di Victoria

Guenther mengatakan pihak berwenang memantau sekitar 200 orang yang dicurigai di Victoria.

Ia mengatakan komunikasi sering datang dalam bentuk majalah propaganda online yang diterbitkan oleh Al Qaeda dan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah, dan jaringan media sosial, beberapa di antaranya dienkripsi.

Namun ia mengatakan publik tidak perlu khawatir.

"Kami sudah sangat sukses dalam mengganggu rencana di sini di Victoria," katanya.

Polisi baru-baru ini menggagalkan beberapa dugaan rencana teror di Victoria, yang saat ini akan masuk ke pengadilan.

Guenther mengatakan, pihak berwenang telah menilai sekitar 2.500 panggilan yang diterima di Victoria ke hotline keamanan nasional tahun lalu.

Pusat penilaian ancaman senilai $ 32 juta untuk menggagalkan calon teroris dibuka di Melbourne awal tahun ini.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini