ABC

Syarat Baru Bahasa Inggris Untuk Kuliah di Australia Membingungkan

Pekan lalu (12/10/2017), Menteri Pendidikan dan Pelatihan Australia, Simon Birmingham, mengumumkan rencana adanya tes tambahan bahasa bagi pelajar internasional yang hendak masuk perguruan tinggi di Australia.

Dalam sebuah pernyataan Menteri Birmingham menggunakan kata 'assess', atau 'pengujian' sebagai hal yang wajib dalam rencana penerapan standar baru kemampuan bahasa Inggris bagi pelajar internasional.

Pengumuman ini mendapatkan banyak kebinggungan, khususnya bagi mereka yang hendak mendaftar kuliah dari luar Australia.

Ada kesan bahwa tes tambahan ini berlaku tidak hanya bagi pelajar internasional yang sedang mengikuti ELICOS, tapi berlaku bagi pelajar internasional secara keseluruhan, yang kebanyakan hanya mengetahui tes bahasa Inggris dalam bentuk IELTS dan TOEFL, seperti yang dikatakan salah satu agen pendidikan di Melbourne yang membantu pelajar asal Indonesia.

ELICOS, atau English Language Intebsive Course for Overseas Student, adalah program intensif Bahasa Inggris bagi pelajar asal luar Australia.

"Dalam wawancaranya, menteri menyebutkan akan ada tes lain, tapi karena belum ada kejelasan, ada rumor berkembang seolah-olah setelah IELTS atau TOEFL, kemudian ada tes tambahan," ujar Tina Lahur, Manajer Superstar Education di Melbourne.

Kebingungan juga dirasakan oleh salah satu konsultan pendidikan yang banyak mengurus pelajar asal China.

"Ada salah mengerti soal kebijakan baru, banyak orang berpikir akan ada tes lain yang akan diwajibkan di luar tes yang sudah ada saat ini." ujar Sean Dong di Melbourne.

Di China, pernyataan Menteri Birmingham menarik perhatian media, dengan beberapa laporan yang mengatakan, "Australia memperkenalkan tes Inggris wajib, meningkatkan standar bagi pelajar internasional.

Sementara itu, English Australia, badan tertinggi sektor bahasa Inggris untuk pelajar internasional, menanggapi soal kebinggungan, khususnya bagi mereka yang berada di luar Australia.

Mereka mengatakan bahwa tidak akan tambahan bagi para pelajar yang sedang mengikuti program ELICOS, sebagai dampak dari standar nasional ELICOS terbaru, yang akan mulai berlaku tahun depan.

"Tapi ada tolak ukur baru yang akan berlaku untuk meyakinkan hasil akhir dari murid tersebut, jadi jika ada yang baru selesai program English for Education, mereka perlu yakin ditingkat mana mereka akan selesai," ujar Brett Blacker, Direktur Eksekutif English Australia.

"Syarat baru dalam standar ELICOS yang baru inilah yang mungkin membuat binggung... jadi maksudnya adalah penyedia sekolah bahasa Inggris, bukan murid-muridnya, yang harus bertanggung jawab dengan metode penilaian mereka soal murid-muridnya."

Ia menjelaskan bahwa standar baru ini lebih berhubungan bagi mereka yang mendaftar langsung ke perguruan tinggi selepas program ELICOS.

"Ini untuk meyakinkan bahwa penyedia kursus bahasa Inggris di Australia perlu memenuhi standar baru, dan ini menjadi langkah untuk meyakinkan mereka soal bagaimana cara mereka menguji kompetensi murid-muridnya."

ABC telah mencoba menghubungi Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Australia untuk memberikan tanggapan soal ini.

Sektor pendidikan untuk mahasiswa asing di Australia bernilai $28 triliun per tahun
Sektor pendidikan untuk mahasiswa asing di Australia bernilai $28 triliun per tahun

AAP: Julian Smith

Perbedaan persyaratan bahasa Inggris bagi pelajar internasional

Tina menjelaskan kebanyakan pelajar internasional mendaftar kuliah dari luar negara Australia dengan mengikuti tes IELTS, TOEFL, atau Pearson Test of English (PTE).

Namun ada pula yang datang ke Australia sebelum mendaftar kuliah untuk mengikuti program ELICOS, yang biasanya membutuhkan waktu 10-12 minggu. Setelah ELICOS ini mereka bisa langsung mendaftar ke perguruan tinggi di Australia.

"Tapi ini tergantung dari jurusan dan perguruan tingginya, misalnya beberapa jurusan bisnis, sekolah kejuruan, seperti memasak, menata rambut, konstruksi, ada beberapa yang bisa langsung mendaftar usai selesai ELICOS."

Ia menjelaskan ada juga beberapa TAFE, institut kejuruan, yang bermitra dengan sekolah atau penyedia kursus bahasa Inggris tertentu, sehingga bisa langsung menerima jika mereka sudah berada di tingkat tertentu, tanpa IELTS.

Tina mengatakan persyaratan bahasa Inggris di universitas berbeda-beda, namun biasanya ditentukan oleh badan yang menaungi industri yang mengakui kemampuan dan profesi mereka di masa depan.

"Misalnya saja di negara bagian Victoria, untuk jurusan teaching, persyaratan berapa nilai IELTS atau TOEFL bagi mahasiswa baru ditentukan setelah mendapat masukan, pertimbangan dari Victorian Institute of Teaching."

"Karena nanti mereka akan terjun ke lapangan, latihan berkunjung ke kelas-kelas di sekolah, jadi kalau mereka nantinya tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan murid-murid, bagaimana mereka bisa berinteraksi dan mengajar kedepannya?"

Tina menemukan kendala bahasa yang kerap terjadi dialami pelajar internasional

"Kebanyakan pelajar Indonesia belajar giat untuk mengejar nilai IELTS atau TOEFL, namun setelah masuk kuliah apakah kemampuan berbahasa Inggrisnya meningkat, atau malahan menurun, tergantung banyak hal," ujarnya.

"Misalnya jika mereka berteman hanya dengan anak-anak dari Indonesia saja, maka sehari-hari pun akan berbicara dengan bahasa Indonesia, sehingga kemampuan bahasa Inggris mereka hanya berkembang sedikit."