ABC

Susu ‘Tasmanian Devil’ Diharapkan Bisa Bantu Lawan Kanker

Susu dari ‘Tasmanian devil’, hewan asli Australia, dianggap bisa melawan bakteri, dan bahkan mungkin kanker. Tapi proses mendapatkan susu itu sebaiknya dilakukan oleh para ahli.

Kandidat PhD Emma Peel, 24 tahun, ikut ambil bagian dari tim Universitas Sydney yang menganalisa kandungan dalam susu ‘Tasmanian devil’, yang bisa membunuh infeksi bakteri dan jamur, termasuk beberapa bakteri yang terkenal resisten terhadap antibiotik.

Menurut tim tersebut, sebelumnya sifat peptida antimikroba yang melawan infeksi, pernah diteliti juga pada hewan. Tapi, bagaimana kandungan ini menguntungkan ‘Tasmanian devil’ masih "relatif belum terungkap" hingga sekarang ini.

Emma Peel Bersama Tasmanian devil
Emma Peel, berfoto dengan ‘Tasmanian devil’ muda, mengatakan, penelitian mereka bisa membantu melawan bakteri.

Supplied; Emma Peel

Para peneliti mengamati perjuangan ‘Tasmanian devil’ melawan Penyakit Tumor Wajah (DFTD) yang menular. Penyakit ini diperkirakan telah membunuh hingga 80% hewan tersebut di Tasmania. Penyakit ini pertama kali terdeteksi pada tahun 1996.

‘Tasmanian devil’ kini mengembangkan resistensi terhadap DFTD. Tentunya memberikan harapan bahwa spesies tersebut bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Bayi ‘Tasmanian devil’ tak terkena penyakit ini. Emma Peel dan timnya menganggap hal ini mungkin karena ‘cathelicidins’, keluarga peptida antimikroba dominan yang ada di dalam tubuh ‘Tasmanian devil' dan mamalia lainnya.

"Kami mengekstrak rangkaian cathelicidin dari genom ‘Tasmanian devil’ dan telah memproduksi peptida buatan," jelasnya.

Tasmanian devil
Bayi ‘Tasmanian devil’ tak terkena penyakit mematikan yang telah membawa malapetaka bagi populasi ‘Tasmanian devil’ ini.

Supplied; Save the Tasmanian Devil Program

Hasil penelitian ini menunjukkan peptida yang tersintesis begitu efektif membunuh sejumlah patogen, termasuk bakteri ‘staphylococcus aureus’, atau dikenal sebagai bakteri kuning yang menolak metisilin.

Sejumlah uji coba juga menyimpulkan, peptida ternyata "3 sampai 6 kali lebih efektif" mengatasi berbagai infeksi jamur ketimbang obat anti-jamur yang umum.

"Peptida ini membunuh bakteri, sehingga ada potensi pengembangan menjadi antibiotik ke depannya," tutur Emma.

"Langkah berikutnya dalam penelitian kami adalah melihat apakah peptida ini memiliki potensi mengatasi kanker, jika mereka membunuh bakteri mungkin mereka bisa membunuh tumor wajah," tambahnya.

Tasmanian devil Tunjukkan Gigi
Serahkan urusan memerah susu ‘Tasmanian devil’ kepada ahlinya!.

Supplied; Save the Tasmanian Devil

Serahkan ke ahlinya

Ketika ditanya bagaimana cara mengekstrak susu dari ‘Tasmanian devil’, Emma menjawab sambil tertawa [dilakukan] "sangat hati-hati dan menggunakan perlengkapan keselamatan", dan menyerahkan tugasnya pada pawang ‘Tasmanian devil’.

"Saya secara pribadi tak memerah susu “Tasmanian devil’ manapun," kata Emma Peel.

Ia menjelaskan, proses memerah susu ‘Tasmanian devil’ mirip dengan memerah susu sapi, "tapi mereka berbaring di punggung mereka".

Dan tiap individu ‘Tasmanian devil’ sungguh berbeda, beberapa memiliki sifat lebih agresif daripada yang lainnya.

"Ini benar-benar tergantung pada ‘Tasmanian devil’ itu sendiri ... temperamen mereka sangat bervariasi," kata Emma.

Menurutnya, penelitian ini telah dilakukan tiga tahun dan ia berharap untuk terus melanjutkan studinya di Australia.

"Masih ada satu tahun lagi untuk menyelesaikan PhD saya, jadi masih banyak penelitian lebih lanjut yang akan dilakukan," katanya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.