ABC

Suhu Pasifik Kini Mendingin, Sinyal Berakhirnya El Nino

Biro Meteorologi Australia (BoM) mengungkapkan sinyal berakhirnya El Nino panjang yang telah melanda kawasan Pasifik selama 14 bulan. Namun sinyal ini justru menunjukkan kemungkinan musim dingin yang sangat basah.

BoM merilis modeling yang menunjukkan El Nino yang ditandai musim kemarau berkepanjangan telah berakhir di kawasan ini.

Curah hujan telah kembali normal di kebanyakan negara yang sebelumnya dilanda kemarau. Namun persediaan pangan tetap menjadi masalah.

Di Papua Nugini misalnya, sejak kemarau pada Maret 2015, ratusan ribu penduduknya terdampak, dan dengan datangnya musim penghujan, kualitas air tetap buruk. Bahkan diperkirakan kekurangan bahan pangan akan terus berlanjut paling tidak hingga pertengah 2016.

Di sisi lain Pasifik, El Nino diperkirakan sebagai penyebab terjadinya kematian paus, salmon, sardin yang banyak ditemukan di pesisir Chile.

Sementara di Palau kemarau berkepanjangan telah mendorong pemerintah setempat untuk meminta tolong kepada dunia internasional.

Elise Chandler dari BoM menjelaskan, wilayah tropis Samudera Pasifik kini telah kembali normal dan diharapkan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

"Dalam beberapa pekan terakhir, temperatur laut dan atmosfir telah kembali normal," katanya.

Meskipun temperatur di kawasan ini sudah kembali normal, namun kalangan diperkirakan situasi darurat belum sepenuhnya pulih.

LSM Charity Care Australia misalnya menyatakan bahwa di tahun-tahun sebelumnya, saat musim hujan telah kembali ke kawasan ini, tidak menjamin keamanan pasokan pangan.

Lahan pertanian di salah satu wilayah Papua Nugini yang sebelumnya terdampak kemarau panjang. (Foto: Kiriman/Sally Lloyd)
Lahan pertanian di salah satu wilayah Papua Nugini yang sebelumnya terdampak kemarau panjang. (Foto: Kiriman/Sally Lloyd)

"Sejumlah wilayah sudah hujan, namun jutaan penduduk masih mengalami kekurangan pangan sebagai dampak kegagalan panen sebelumnya," kata Stefan Knollmayer dari Charity Care Australia.

Michael Knepp dari BoM menjelaskan kondisi temperatur kini sudah normal dan pihaknya mulai mengamati gejala La Nina, yang ditandai tingginya curah hujan selama periode musim dingin dan musim semi.