ABC

Staf Menteri Ditahan Dalam Perayaan Kemenangan Pembalap Australia di GP Malaysia

Seorang staf Menteri Perindustrian Australia Christopher Pyne, Jack Walker telah ditahan di Malaysia, dalam bagian dari sekelompok pria yang hanya mengenakan celana dalam saat merayakan kemenangan pembalap Australia Daniel Ricciardo di GP Formula Satu di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.

Jack Walker termasuk dalam kelompok sembilan pemuda berusia antara 25 sampai 29 tahun, yang ditahan hari Minggu (3/10/2016) setelah menyaksikan GP yang dimenangkan Ricciardo di Sirkuit Sepang.

Jack Walker, a staffer for Christopher Pyne, stands at a SA Liberal Team lectern.
Jack Walker menjadi bagian dari kelompok pemuda Australia yang ditahan di Malaysia.

Facebook: Jack Walker

Sudah beredar gambar mereka di sosial media yang menunjukkan para pemuda tersebut merayakan kemenangan Ricciardo, hanya mengenakan celana dalam. Mereka memegang bendera Australia sementara celana dalam yang mereka kenakan bermotif bendera Malaysia, dengan kata 'budgy smugglers" tertulis di depan celana dalam tersebut.

Rekaman video juga menunjukkan mereka minum minuman keras dari sepatu - perilaku yang dikenal dengan istilah 'shoey' hal yang disebut biasa diklakukan di kalangan pendukung olahraga bermotor.

Media Malaysia mengutip polisi setempat mengatakan warga Australia ini akan ditahan selama empat hari dan diperiksa atas tindakan tidak senonoh di depan publik dan tidak menghormati bendera nasional.

Direktur eksekutif Sirkuit Sepang Datuk Razlan Razali mengatakan kepada koran lokal New Straits Times bahwa warga Australia ini 'pantas ditahan' diperiksa dan dikenai hukuman.'

"Ini menunjukkan tidak adanya rasa hormat terhadap kita, ini adalah tindakan konyol dari orang asing yang tidak memiliki sensitifitas budaya dan rasa hormat."

"Ini membuat malu negara mereka sendiri, memberikan nama buruk bagi Australia."

Jack Walker adalah penasehat Pyne dalam kapasitas Pyne sebagai Menteri Perindustrian di bidang Pertahanan dan sebelumnya bekerja di perusahaan yang didirikan oleh salah seorang tokoh politik partai Liberal di negara bagian New South Wales, Michael Photios.

Menurut akunnya di Facebook, Walker sebelumnya juga pernah bekerja di sebuah bank Australia Macquarie Bank.

Seorang juru bicara kantor Pyne sudah memberikan keterangan kepada ABC.

"Masalah ini sekarang ditangani oleh Kedutaan Australia. Sampai kami memiliki kejelasan, rasanya tidak bijak untuk memberikan komentar lebih lanjut."

Morrison mendesak agar warga Australia berperilaku baik di luar negeri

Masih belum jelas hukuman apa yang akan diterima mereka, namun Bendahara Utama Australia (di negara lain disebut Menteri Keuangan) Scott Morrison mengatakan peristiwa ini menjadi pengingat agar warga Australia yang bepergian ke luar negeri untuk berperilaku baik.

"Mereka memiliki aturan mereka sendiri, anda berada di sana, jadi anda harus mematuhi peraturan mereka." kata Morrison kepada Radio 2GB.

"Ini saat yang tepat untuk mengingatkan anak-anak muda yang bepergian ke luar negeri - ketahui aturan yang ada dan hormati aturan tersebut."

Dalam aturan yang dikeluarkan pemerintah Federal Australia, ada bagian yang menyebut tindakan yang harus diperlihatkan oleh staf menteri.

"Kedekatan mereka dengan pengambil keputusan dalam pemerintahan merupakan kehormatan, yang juga berisi tanggung jawab untuk berperilaku baik dan kesadaran bahwa warga Australia lainnya mengharapkan mereka bertindak baik."

Ketua Partai Oposisi Bill Shorten mengatakan setiap berita penahanan warga Australia di luar negeri adalah 'masalah serius."

"Saya tidak akan memperburuk keadaan yang sudah kompleks ini dengan membuat komentar tambahan." katanya.

"Saya kira komentar tambahan untuk memperburuk situasi dari politisi Australia merupakan hal yang berguna bagi mereka dan saya tidak akan melakukan hal tersebut." kata Shorten lagi.

Para pemuda Australia ini direkam sedang meminum minuman keras dari sepatu
Para pemuda Australia ini direkam sedang meminum minuman keras dari sepatu

News Video

Masalah akan disebut 'pelanggaran kecil'

Pakar hukum internasional Prof Don Rothwell dari Australian National University mengatakan tindakan para pemuda tersebut besar kemungkinan akan disebut sebagai 'pelanggaran kecil.'

"Menurut saya, hal terburuk adalah bahwa mereka akan dideportasi." katanya.

"Harus diingat juga bahwa GP Malaysia ini merupakan peristiwa besar dari sisi pariwisata bagi pemerintah Malaysia."

"Warga Australia ini memang bertindak berlebihan, mereka merayakan kemenangan Daniel Ricciardo, jadi saya kira pemerintah Malaysia akan berusaha memastikan bahwa reputasi internasional mereka sebagai tujuan wisata bagi grand prix tidak terlalu jatuh."

Diterjemahkan pukul 15:00 AEST 4/10/2016 oleh Sastra Wijaya.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini