ABC

Snowden: AS Gunakan Angry Birds untuk Mata-mata

Amerika Serikat dituduh melakukan spionase industri serta menggunakan mobile phone app seperti Angry Birds untuk mengumpulkan data pribadi.

Dalam pembocoran paling akhir, whistleblower Edward Snowden mengatakan, National Intelligence Agency (NSA) memata-matai perusahaan-perusahaan besar yang bersaing dengan perusahaan-perusahaan Amerika.

Dalam wawancara enam-jam yang direkam dengan saluran televisi Jerman di sebuah hotel di Rusia, mantan kayawan kontrak NSA itu mengatakan, "Jelas bahwa Amerika Serikat melakukan spionase ekonomi."

"Kalau ada informasi di sebuah perusahaan asing yang menguntungkan kepentingan nasional Amerika - meskipun tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional - mereka akan mengambil informasi itu," katanya.

NSA menolak pernyataan Snowden itu dan mengatakan, NSA tidak 'mencuri rahasia perdagangan' atas nama perusahaan-perusahaan Amerika.

Sementara itu, koran New York Times melaporkan, menurut dokumen-dokumen yang dibocorkan Snowden, NSA dan Markas Besar Komunikasi Pemerintah Inggris menyadap smart phone app untuk memperoleh data pribadi.

Angry Birds Game Angry Birds sangat populer di kalangan pengguna HP. (ABC News)

Dikatakan, dokumen-dokumen rahasia menunjukkan, app yang 'bocor' seperti Google Maps, versi mobile dari Facebook dan Twitter serta game Angry Birds, termasuk yang disadap.

Setiap kali seseorang membukan sebuah aplikasi, badan-badan intelijen dapat mengambil data yang mengungkapkan lokasi dan usia pengguna, daftar alamat pribadi dan informasi lainnya, demikian dilaporkan New York Times.

NSA tidak membantah laporan itu, dan menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak berusaha memata-matai orang biasa dan menghormati hak privacy.