ABC

Sistem Kereta Api di Sydney Tak Siap Hadapi Situasi Darurat

Kemampuan jaringan kereta api Sydney Trains untuk menangani situasi darurat perlu ditingkatkan secara signifikan. Pasalnya, sistem yang ada tidak mampu hadapi situasi seperti itu.

Hal ini terungkap dalam laporan bulan Juli 2018 yang diperoleh melalui UU Kebebasan Informasi oleh kelompok Fairfax Media.

Kekacauan jaringan kereta api yang mengakibatkan "gangguan yang berlebihan" seperti terjadi pada bulan Januari, menyebabkan penundaan operasi tanpa batas dan kepadatan berlebihan pada platform.

Pada awal tahun ini, penundaan besar-besaran operasi kereta api berlangsung berhari-hari, memicu kemarahan masyarakat dan serikat buruh transportasi.

Laporan tersebut menyebutkan insiden Januari sebagai bukti bagaimana kerangka kerja Sydney Trains lambat dalam memulihkan "insiden yang tak direncanakan".

Laporan itu juga mengungkapkan Sydney Trains menggunakan definisi yang berbeda-beda mengenai apa yang disebut "insiden utama".

Disebutkan, terbatasnya tata kelola dalam proses penanganan insiden utama, menyebabkan respon yang tidak konsisten.

Lalu, laporan juga menemukan kurangnya komunikasi di antara staf Sydney Trains yang dapat memperlambat pemulihan situasi darurat.

Tanggapan Sydney Trains

CEO Sydney Trains, Howard Collins, mengatakan pihaknya memerintahkan penyusunan laporan itu untuk mempelajari kelemahan yang ada.

"Kami menaggapi segala kelemahan itu," katanya kepada ABC.

man smiling at camera while sitting at office desk
CEO Sydney Trains, Howard Collins.

Twitter: Sydney Trains

"Kami telah merekrut tujuh manajer baru untuk memastikan bahwa insiden-insiden ini dikelola secara benar," katanya.

Menurut dia, timnya akan dapat merespon semua situasi darurat lainnya dengan cara yang aman bagi para pengguna jasa.

Laporan itu mempertanyakan pembangunan kantor pusat manajemen di Green Square, Sydney, senilai jutaan dolar.

Dikatakan, jika kantor tersebut harus dievakuasi, justru akan menimbulkan gangguan utama pada sistem kereta api.

"Jika terjadi kami harus meninggalkan gedung ini, sudah ada rencana darurat yang memungkinkan kami beroperasi dari lokasi alternatif," kata Collins.

"Semuanya sudah diperhitungkan dan ditangani sesuai rekomendasi laporan ini," tambahnya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.