ABC

Siapkan Pakar Teknologi Terapan, LPDP Gandeng 5 Universitas Australia

Konsorsium lima universitas paling inovatif dan enterprising di Australia siap membantu Indonesia menyiapkan pakar-pakar teknologi terapan dengan menjadi tuan rumah bagi ilmuwan-ilmuwan muda terbaik Indonesia menimba ilmu dikampus mereka. 

Direktur LPDP Dr. Eko Prasetyo bersama Direktur Eksekutif Internasional Universitas RMIT, Rongyu Li usai menandatangai kesepakatan kerjasama di gedung LPDP Jakarta (24/11).
Direktur LPDP Dr. Eko Prasetyo bersama Direktur Eksekutif Internasional Universitas RMIT, Rongyu Li usai menandatangai kesepakatan kerjasama di gedung LPDP Jakarta (24/11).
 
Komitmen tersebut dituangkan dalam kerjasama Jaringan Teknologi Australia - Australian Technology Network of Universities (ATN) yang mewakili kelima universitas Australia tersebut dengan Lembaga Pengelola Dana Pemerintahan (LPDP)  ditandatangani pekan ini di Jakarta.
 
Kesepakatan kerjasama ini memungkinkan semakin banyak mahasiswa Indonesia menyelesaikan studi pascasarjana khususnya Doktoral di universitas di perguruan tinggi yang termasuk dalam jaringan ATN.
 
ATN adalah konsorsium dari lima generasi baru universitas terkemuka di Australia yakni Queensland University of Technology (QUT), Universitas Teknologi Sydney, Universitas RMIT Melbourne, Universitas Australia Selatan dan Universitas Curtin. 
 
Seluruh perguruan tinggi yang masuk dalam jaringan ATN memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi serta masuk dalam daftar  100 Universitas Terbaik Dunia di bawah usia 50 tahun versi Times Higher Education 2015.
 
Melalui kerjasama ini ilmuwan-ilmuwan muda Indonesia yang sedang menempuh studi master atau doctoral atas pendanaan beasiswa dari Pemerintah Indonesia yang dikelola LPDP dapat memperdalam studi dan riset mereka di sektor teknologi terapan di universitas jaringan ATN. 
 
Diharapkan mahasiswa Indonesia nantinya dapat memanfaatkan kelebihan ATN yang dikenal memiliki hubungan kerjasama riset yang erat dengan dunia industri.  Sehingga mereka bisa mendapat kesempatan melakukan penelitian terkait permasalahan nyata yang ada saat ini, magang, training kepemimpinan dan berbagai modul pembelajaran online berbasis industri.
 
Direktur LPDP Dr. Eko Prastyo menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Universitas Curtin yang diwakili Wakil Rektor Curtin Internasional, Simon Leunig.
Direktur LPDP Dr. Eko Prastyo menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Universitas Curtin yang diwakili Wakil Rektor Curtin Internasional, Simon Leunig.
 
Direktur Eksekutif Universitas RMIT, Rongyu Li, yang ditemui pada cara penandatanganan kerjasama dengan LPDP di Jakarta memastikan mahasiswa Indonesia akan bisa memanfaatkan keunggulan ATN di bidang teknologi yang sangat diperlukan Indonesia.
 
“Kerjasama ini melahirkan peluang untuk memanfaatkan kepakaran kolektif dari ATN, untuk membantu Indonesia membangun human capital agar bisa berkontribusi pada pembangunan nasionalnya,” katanya. 

‘Dan kami ingin kolaborasi dan riset bersama kami nantinya bisa selaras dengan prioritas nasional Indonesia. Jadi kami tidak datang kemari untuk menawarkan apa yang kami punya, tapi kami ingin menawarkan apa yang diinginkan Indonesia terkait keunggulan kami di sektor teknologi,” tambahnya.
 
Untuk mendukung agenda nasional di sektor pendidikan yakni meningkatkan tenaga siap pakai dan mendorong industri berbasis riset, saat ini program beasiswa LPDP saat ini didorong pada 3 sektor andalan yakni pertanian, energi, sains dan  teknologi informasi.
 
Sementara itu Direktur LPDP, Dr.Eko Prasetyo mengatakan LPDP berharap kerjasama ini juga bisa membantu mendongkrak reputasi perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami berharap lewat kemitraan ini Universitas ATN tidak hanya bersedia menerima mahasiswa-mahasiswa LPDP melakukan studi di kampus-kampus Anda, tapi kami juga ingin  lewat kerjasama ini ATN bisa membantu perguruan tinggi di Indonesia melalui program yang dimiliki LPDP, misalnya dengan membuat program perpustakaan bersama, kerjasama riset gabungan atau pertukarang mahasiswa, sehingga kegiatan ini dapat mempromosikan perguruan tinggi di Indonesia agar bisa dikenal secara global juga,” tambahnya.
 
Dr. Susie Robinson, Direktur Australian Technology Network of Universities (ATN), konsorsium 5 universitas muda di Australia yakni Queensland University of Technology (QUT), Universitas Teknologi Sydney, Universitas RMIT Melbourne, Universitas Australia Selatan dan Universitas Curtin.
Dr. Susie Robinson, Direktur Australian Technology Network of Universities (ATN), konsorsium 5 universitas muda di Australia yakni Queensland University of Technology (QUT), Universitas Teknologi Sydney, Universitas RMIT Melbourne, Universitas Australia Selatan dan Universitas Curtin.
 
Direktur ATN, Susie Robinson menambahkan ATN dan LPDP akan kembali melakukan pertemuan untuk merumuskan lebih rinci bentuk konkrit dari kesepakatan kerjasama ini.
 
“Kami menyadari LPDP berusaha untuk memfasilitasi sebaik mungkin calon-calon mahasiswa PHD Indonesia sebagai bentuk investasi jangka panjang Indonesia pada mahasiswa terbaiknya. Dan LPDP juga memiliki target sasaran tertentu melalui program beasiswa ini guna mendukung kepentingan nasional Indonesia. Oleh karena itu ATN berusaha memahami sebaik mungkin apa yang sesungguhnya yang perlu dilakukan untuk mendukung mahasiswa Indonesia,” katanya.
 
Dr Robinson mengatakan Indonesia saat ini menjadi negara utama yang menjadi fokus perluasan kerjasama ATN di kawasan Asia Tenggara, selain itu ATN juga memiliki kerjasama yang erat dengan institusi pendidikan di China dan Latin Amerika yakni Brasil.
 
Saat ini perguruan tinggi yang termasuk dalam konsorsium ATN menguasai sekitar 20% dari total mahasiswa di Australia termasuk 22% diantaranya mahasiswa internasional.