ABC

Setiap tahun 40% APBN Papua Nugini dikorupsi

Setiap tahun diperkirakan lebih dari 40% APBN Papua Nugini menguap karena dikorupsi, pemborosan dan salah kelola.

Kepala Satuan Anti Korupsi Papua Nugini, Sam Koim mengatakan jumlah uang negara yang lenyap karena korupsi di pemerintahan dan salah pengelolaan keuangan selama enam tahun terakhir sangat besar.

Satuan Anti Korupsi Papua Nugini memperkirakan lebih dari 7 milyar Kina telah digelapkan sejak 2007 lalu.

Kepada program Pacific Beat, Sam Koim mengatakan korupsi terus berkembang secara sporadis dan tak berkala di instansi-instansi pemerintah yang  saat ini sudah mengakar dan menjadi endemik di Papua Nugini.

"Berdasarkan dugaan korupsi yang diterima lembaga kami maupun informasi yang kami peroleh, kami telah mengidentifikasi sedikitnya setiap tahun 40% anggaran nasional lenyap karena dikorupsi, pemborosan dan salah kelola keuangan," Ungkap Sam Koim.

"Itulah gambaran besarnya masalah korupsi yang dihadapi negeri ini." katanya  lagi.

Untuk mengatasi masalah korupsi ini, Koim telah memasang iklan di surat kabar lokal yang memberikan informasi terbaru kepada warga terkait skala korupsi di lingkungan pemerintahan Papua Nugini.

Di antara pejabat pemerintah yang terseret kasus korupsi dan tengah menjalani sidang di Pengadilan Nasional adalah tiga politisi Papua Nugini yakni Paul Tiensten, Mark Maipakai, dan Francis Potape.

Menurut Koim satuan anti korupsi yang dipimpinnya sejauh ini telah menahan dan mendakwa 59 orang dan 30 diantaranya tengah menjalani persidangan.

"Dari total 30 orang tersebut, termasuk diantaranya pemimpin  politik, politisi dan pebisnis. Diantara mereka ada yang  akan disidangkan September mendatang dan kita sangat menunggu kasusnya berjalan. Target kita mengamankan dakwaan," katanya lagi.

Koim  juga mengatakan diantara koruptor yang ditangkap memiliki properti di Australia dan satuannya saat ini tengah bekerjasama dengan otoritas Australia untuk menahan aset-aset para koruptor tersebut.

"Sudah menjadi rahasia umum kalau sebagiam aset Wartoto sudah efektif ditahan di Australia, tapi ada juga aset koruptor lainnya berupa properti di Australia dan kita sedang mengupayakan agar aset itu ditahan juga,” paparnya kepada Pacifik Beat.

Koim mengatakan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter ONeill, telah berkomitmen untuk memerangi korupsi.

"Dan tekad itu sudah ditunjukan lewat pembentukan tim yang saat ini saya pimpin,” kata Sam Koim.

"Tapi masalah itu tidak bisa hanya diselesaikan oleh Perdana Menteri saja, tapi juga harus menjadi upaya semua  menteri dan pemimpin serta kementrian dan pemimpin dan kepala kementrian untuk bersekutu memerangi korupsi,” paparnya lagi.

"Keputusan yang harus dipastikan kembali oleh pemerintah untuk memerangi korupsi - yang masih menjadi tantangan dalam menindaklanjuti tekad pemerintah tersebut." tegasnya.