ABC

Sensus Australia Tersedia Lagi Online

Situs sensus Australia sudah tersedia lagi, namun hanya untuk mereka yang menggunakan server yang berada di Australia. Ini adalah usaha pemerintah untuk mencegah serangan peretas.

Setelah adanya beberapa serangan yang disebut dengan 'denial of service (DOS)' terhadap situs tersebut di hari Sensus Selasa (9/8) malam membuat Biro Statistik Australia (ABS) mematikan sistem sekitar pukul 19:30 karena khawatir serangan peretas.

Setelah live lagi hari Kamis sore, situs tersebut sudah bisa menerima isian dari seluruh Australia, meskipun kecepatanya lebih rendah dibandingkan di hari Sensus.

Selama delapan jam setelah sistem online ini tersedia lagi, 341.626 orang mengisi data diri mereka.

Ini disebabkan karena sebagian warga masih khawatir, namun juga ada kemungkinan bahwa banyak lainnya yang tidak tahu bahwa sistemnya sudah tersedia lagi.

Menurut seorang konsultan IT Justin Warren, sebuah sistem bernama geoblock, dimana sistem yang membatasi akses internet tergantung dimana lokasi anda, juga menyebabkan masalah bagi beberapa pengguna.

"Situs ini sudah tersedia namun ditempatkan di belakang sebuah dinding." katanya.

"Apa yang mereka lakukan adalah mereka membuat beberapa lubang di dinding itu yang memungkinkan anda masuk bila anda berada di Australia, dan bila anda tidak berasal dari Australia tidak akan bisa masuk." kata Warren kepada program AM ABC.

Pemerintah pertimbangkan minta kompensasi

Sementara itu Bendahara Negara Australia Scott Morrison mengatakan pemerintah tidak menutup kemungkinan akan menuntut kompensasi atas kegagalan pengumpulan data sensus tersebut, dan seorang menteri lainnya Christopher Pyne mengatakan penyebab masalah tersebut adalah dari dalam Australia sendiri.

Perusahaan IBM yang menjadi kontraktor untuk menyediakan piranti lunak bagi formulir sensus sudah mengeluarkan permohonan maaf.

Ketika ditanya apakah pemerintah akan meminta kompensasi, Morrison mengatakan kepada ABC bahwa masalah ini akan diselidiki secara mendalam.

"Bila masalah ini berhubungan dengan penyedia jasa, maka kita berharap kami akan menyelidiki ini sepenuhnya." kata Morrison.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull hari Kamis dengan jelas menyebut IBM, dengan mengatakan bahwa penyedia jasa itu seharusnya melakukan persiapan matang.

"Bagian dari pekerjaan penyedia jasa, dalam kasus ini IBM adalah memastikan bahwa sudah ada strategi menghadapi serangan seperti ini." katanya.

"Faktanya adalah bahwa strategi yang ada tidak mencukupi."

Sementara itu, Pyne mengindikasikan bahwa situs itu diganggu oleh elemen dari dalam Australia sendiri.

"Jelas sekali gangguan hari Selasa malam disebabkan oleh elemen di Australia, dan itu tidaklah berarti bahwa ada hak pribadi orang yang dilanggar." kata Pyne kepada Channel Nine.

Pernyataan Pyne ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya dari ABS dimana pakar statistik utamanya David Kalisch menyebut serangan berasal dari luar negeri. Pyne juga mengatakan hal yang sama hari Rabu.

Kalisch mengatakan kepada ABC hari Jumat pagi bahwa ' dalam pengamatannya yang menyebabkan masalah pada hari Selasa malam masih tetap sama."

Ketika ditanya apakah dia memperkirakan ada yang bakal dipecat karena hal tersebut, Kalisch menjawab bahwa dia yakin masih akan bisa menyelesaikan sensus yang 'berkualitas."

Sementara itu situs sensus Australia sudah tersedia lagi, namun hanya untuk mereka yang menggunakan server yang berada di Australia. Ini adalah usaha pemerintah untuk mencegah serangan peretas.

Diterjemahkan pukul 11:41 AEST 12/8/2016 oleh Sastra Wijaya.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini dan sini