ABC

Seniman Melbourne Ini Koleksi 10.000 Foto dari Perang Vietnam

Seorang seniman di Melbourne telah mengumpulkan lebih dari 10.000 foto Perang Vietnam yang dipotret oleh tentara Amerika dan Australia.

Phuong Ngo mengumpulkan koleksi, yang dikenal sebagai Proyek Arsip Vietnam, itu dari slide dan karya foto yang ia beli secara online.

"Sebagian besar ini berasal dari eBay," akunya.

Ia menceritakan, "Kadang-kadang saya dihubungi oleh seseorang di online yang menyadari apa yang saya lakukan, dan mereka punya koleksi dan ingin menjualnya.”

"Lalu saya akan bernegosiasi, dan kemungkinan membelinya terlepas dari seberapa besar biayanya," tambah Phuong.

Ia tak sepenuhnya sembarangan dalam menentukan apa yang ia beli untuk arsip itu, dan mengatakan, ia hanya akan membeli koleksi foto yang lengkap.

"Orang-orang pergi ke penjualan mewah, mereka membeli satu set lengkap, dan kemudian mereka memecahnya karena tahu foto, katakan, pesawat atau tank lebih bernilai ketimbang lanskap," jelas Phuong.

Ia mengatakan, ia merasa bahwa koleksi tersebut telah "dihancurkan".

"Bagi saya, itu cerita yang rusak," sebutnya.

Phuong mengungkapkan, "Saya lebih mengumpulkan kenangan, dan jika Anda hanya punya satu segmen dari itu, itu seperti menonton film dan hanya menonton trailernya."

Ia akan membicarakan Proyek Arsip Vietnam-nya di sebuah forum di pusat seni Newport Substation pada 12 Mei 2017.

Ia tengah berupaya untuk menyelenggarakan sebuah pameran karya seni yang menggunakan foto-foto itu.

‘Hubungan cinta tapi benci’ dengan Perang Vietnam

Phuong lahir di Adelaide, dari orang tua yang datang ke Australia sebagai pengungsi dari Vietnam yang dilanda perang.

Ia mengatakan, ia merasa bersalah tentang bagaimana dirinya mendapat keuntungan dari perang secara pribadi.

"Saya tinggal di lingkungan yang aman, dan nyaman, saya hidup dalam lingkungan yang bebas politik. Ada orang-orang dari generasi saya yang masih tinggal di Vietnam, dan mereka masih dipengaruhi oleh konsekuensi dari perang itu secara negatif, sedangkan saya sudah diuntungkan secara positif," tuturnya.

Phuong mengatakan, rasa bersalahnya ini telah menyebabkan ia memiliki "hubungan cinta tapi benci" dengan Perang Vietnam.

"Jelas kita semua benci perang, dan kami membenci apa yang telah dilakukan perang. Tapi jika Amerika tidak terlibat, jika Australia tidak terlibat, akankah mereka mengambil tanggung jawab untuk menampung pengungsi?," tanyanya.

Gali masa lalu untuk pahami masa kini

Phuong mengatakan, ia "melepas" warisan Vietnam-nya ketika ia masih muda, tapi sekarang ia mengunjungi Vietnam setiap tahun.

"Perekonomian di sana cukup cepat, itu berubah sepanjang waktu. Ini adalah organisme hidup ... jika saya pergi dan kemudian kembali 10 tahun kemudian, itu akan menjadi negara yang benar-benar berbeda," kemukanya.

Ia mengatakan, membangun arsip ini telah membantunya lebih memahami Vietnam modern dan komunitas Vietnam-Australia.

"Bagi saya, ini tak sesederhana kembali ke negara itu dan melihat seperti apa itu sekarang. Ini tentang memahami negara yang tertinggal, dan sejarahnya, dan apa artinya bagi komunitas Vietnam di sini sekarang," utara Phuong.

Ia menyebut, mempertahankan koleksi besar sendirian menimbulkan beberapa masalah logistik.

"Sekarang ini ada masalah penyimpanan –bukan soal ketersediaan ruang, tapi menyimpannya dengan benar," ungkapnya.

Phuong mengatakan, perang modern seperti di Irak atau Afghanistan tak mungkin menghasilkan arsip yang mirip dengan apa yang ia telah kumpulkan.

"Saya pikir Vietnam sangat menarik, mengingat itu adalah perang pertama dan satu-satunya yang bebas ketika menyangkut foto dan media," tuturnya.