ABC

Senator Australia Kembali Disoroti Terkait Pengaruh China

Senator Australia Sam Dastyari dari Partai Buruh (ALP) pernah berupaya menekan Menlu bayangan Tanya Plibersek agar tidak bertemu dengan ilmuwan dan aktivis politik China dalam kunjungan ke Hong Kong pada Januari 2015.

Demikian diungkap dalam laporan Fairfax Media. Laporan ini semakin menambah kecurigaan bahwa Senator Dastyari telah mendahulukan kepentingan Partai Komunis China (PKC) daripada kepentingan partainya sendiri.

Fairfax Media melaporkan Senator Dastyari secara pribadi berusaha menekan Tanya Plibersek yang juga wakil pemimpin oposisi Australia untuk membatalkan rencana pertemuan dengan aktivis pro-demokrasi yang menentang campur tangan Beijing di Hong Kong.

Fairfax menyebutkan telah mengkonfirmasi hal ini dengan berbagai sumber yang mengatakan bahwa intervensi tersebut membuat Plibersek terkejut.

Desas-desus tentang upaya Senator Dastyari melobi Plibersek saat kunjungannya ke Hong Kong telah beredar di Canberra lebih dari setahun lamanya.

Pada Agustus tahun lalu, Senator Cory Bernardi merujuk kejadian tersebut, ketika menyatakan di Parlemen:

"Salah satu cerita yang beredar adalah dari anggota ALP yang pergi ke Hong Kong untuk bertemu dengan seseorang," ujarnya.

"Mereka menerima telepon dari seorang mitra dekat Kedutaan Besar China yang meminta mereka tak bertemu dengan individu tersebut," jelas Bernardi.

"Mereka secara tepat menjawab, 'Tidak, saya akan tetap bertemu'," tambahnya mengutip cerita tersebut.

"Namun, ketika berada di Hong Kong untuk bertemu dengan individu ini, salah satu rekan mereka dari ALP menghubunginya dan memintanya untuk tidak pergi, karena akan mengganggu Kedutaan Besar China," kata Bernardi.

"Menurut Anda siapa orang itu? Saya ingin mereka hadir ke sini dan menjelaskan situasinya," katanya.

"Saya ingin mereka menjelaskan mengapa anggota parlemen kita diperingatkan, oleh rekan mereka sendiri, untuk tak bertemu dengan individu yang bisa membuat marah kedutaan besar setempat," ujarnya lagi.

Fairfax menyebutkan cerita yang disampaikan Senator Bernardi ini tidak akurat, sebab Senator Dastyari tidak berbicara langsung dengan Tanya Plibersek.

Namun, Dastyari "berkali-kali" berupaya memperingatkan Plibersek bahwa pertemuannya di Hong Kong "akan membuat marah tokoh masyarakat China di Australia ... dia meninggalkan pesan di teleponnya dan menghubungi kantornya berkali-kali ".

Upaya terpisah juga dilakukan Duta Besar China untuk Australia saat itu, Ma Zhaoxu, yang menurut laporan Fairfax, memperingatan Plibersek tentang rencananya untuk bertemu dengan para aktivis Hong Kong.

Fairfax menyebutkan bahwa hal itu bukan berarti pendekatan Senator Dastyari terhadap Plibersek terkait dengan pendekatan yang dilakukan Dubes China.

Terlepas dari permintaan Senator Dastyari, Plibersek tetap melakukan pertemuan dengan Profesor Joseph Cheng Yu-shek, seorang warga negara Australia dan akademisi pro-demokrasi terkemuka yang pandangannya memicu kemarahan Beijing.

Seorang juru bicara Plibersek kepada ABC menjelaskan: "Rencana perjalanan Plibersek di Hong Kong, termasuk pertemuan dengan seorang aktivis pro-demokrasi terkemuka, terlaksana tepat seperti yang dijadwalkan. Saya pikir hal itu menjelaskan segalanya."

ABC mendapatkan informasi, Senator Dastyari membela diri dengan menyatakan bahwa dia menghubungi kantor Plibersek setelah menerima pertanyaan dari media berbahasa Mandarin di Sydney yang sedang mempersiapkan laporan mengenai salah satu pertemuannya di Hong Kong.

Namun, sampai saat ini, senator tersebut belum mengidentifikasi media yang dia maksudkan.

Pembelaan Dastyari

Seorang juru bicara Senator Dastyari kepada ABC menyatakan, "Tuduhan Fairfax Media itu benar-benar sampah, sama sekali tidak terjadi".

Sementara juru bicara Plibersek kepada ABC menyatakan, "Plibersek tidak menyelidiki percakapan yang mungkin atau mungkin tidak dilakukan dengan rekannya. Itu bukan sesuatu yang pernah dia lakukan".

Laporan hari ini yang menyebutkan Senator Dastyari menghubungi kantor Plibersek bertentangan dengan komentar senator ini kepada ABC awal tahun 2017. Saat itu, sang senator tidak mau mengkonfirmasi apakah dia berkomunikasi dengan kantor Plibersek saat berkunjung ke Hong Kong.

Dalam wawancara dengan program Australian Story pada bulan Juli, Senator Dastyari diminta untuk mengkonfirmasi apakah dia adalah "rekan ALP" seperti yang disebutkan oleh Senator Bernardi. Yaitu "rekan ALP" yang telah menelpon "anggota ALP" yang akan pergi ke Hong Kong.

Senator Dastyari menyebut tuduhan ini sebagai "sampah".

"Saya sama sekali tidak tahu dari mana asalnya. Maksud saya, hal itu hanyalah serangan di Parlemen dan kepentingan politik Cory Bernardi adalah menyerang saya dari waktu ke waktu. Itu politik, tapi saya tidak tahu," katanya.

Program Australian Story saat itu menanyakan kepada Senator Dastyari: "Jadi bukan Anda?"

Dia pun menjawab: "Dengar, saya tidak tahu. Saya melihat pidato itu ... Anda jelas mengutip dari pidato di Senat Australia. Tidak tahu."

Kemudian Senator Dastyari ditanya lagi secara langsung: "Saya bertanya apakah orang itu Anda dan apakah Anda memang menelepon seseorang?"

Senator Dastyari menjawab: "Bukan. Mencoba memahami motif Cory Bernardi itu tidak terjangkau oleh manusia biasa."

Senator Dastyari dipecat dari jabatan utama di faksi oposisi ALP karena terungkapnya komentar yang pernah dia sampaikan ke media China, yang mendukung klaim teritorial China di Laut China Selatan.

Pekan lalu Jaksa Agung George Brandis meminta Privileges Committee Senat Australia untuk menyelidiki apakah Senator Dastyari telah melanggar peraturan perilaku seorang anggota parlemen.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.