Senator Australia Cory Bernardi Akan Tinggalkan Kubu Koalisi
Senator asal Australia Selatan, Cory Bernardi, kemungkinan akan mengumumkan bahwa ia meninggalkan kubu Koalisi -kubu petahana dalam pemerintahan Australia -untuk membentuk partai politiknya sendiri yang bernama ‘Australian Conservatives’.
Dari informasi yang diperoleh ABC, hingga sejauh ini, Senator Bernardi belum mengundang satupun rekan-rekannya untuk bergabung dengannya, dan belum berbicara dengan Perdana Menteri atau menteri senior terkait langkahnya ke depan.
Senator Bernardi meluncurkan situs ‘Australian Conservatives’ tahun lalu untuk membangun sebuah gerakan konservatif akar rumput, untuk berhubungan kembali dengan para pemilih dan mengembalikan nilai-nilai tradisional era mantan Perdana Menteri Sir Robert Gordon Menzies (PM Australia terlama menjabat, yakni dari tahun 1939-1941 dan 1949-1966).
Tapi informasi yang diperoleh ABC menyebut, Senator Bernardi memutuskan untuk berpisah dari partainya pada bulan Desember ketika pemerintahan Turnbull membuka peluang bagi skema perdagangan emisi.
Pada saat itu, Senator Bernardi -yang baru saja kembali dari bertugas tiga bulan di PBB -mengatakan, hal itu adalah “salah satu hal paling bodoh yang saya dengar dalam politik”, dan mempertanyakan mengapa partainya kembali membuka debat politik pahit dan memecah belah, yang telah diselesaikan beberapa tahun sebelumnya.
Dalam buletin terbarunya, Senator Bernardi memperkirakan adanya “tahun pengujian” bagi Pemerintah Australia.
"Sayangnya hanya ada sedikit dalam institusi politik kita yang bersedia mengambil jalan yang jarang dilalui – jalur terpercaya yang telah ditinggalkan," kata Bernardi.
“Demi bangsa kita, kita harus kembali ke jalur semula,” sambungnya.
Khawatirkan penurunan suara kubu koalisi
Senator Australia Selatan ini adalah seorang konservatif sosial dan penganut ekonomi liberal. Ia percaya pada pemerintahan berskala kecil, pajak yang lebih rendah dan perdagangan bebas, serta berpikir bahwa kubu Koalisi telah bergeser dari nilai-nilai ini.
Setelah Pemilu bulan Juli, Senator Bernardi menyampaikan kekhawatirannya akan fakta bahwa kubu Koalisi telah “kehilangan” lebih dari satu juta suara yang berpindah ke sejumlah partai konservatif seperti ‘One Nation’, dan mengatakan, pada saat itu, partainya telah mengabaikan basis mereka.
ABC mendengar bahwa ia juga frustrasi terhadap para pemimpin partainya yang terlalu lurus secara politik dan menolak untuk membahas isu-isu budaya seperti munculnya Islam radikal.
Sejak saat itu, ia menyatakan bahwa “belum pernah ada periode yang lebih menarik untuk menjadi seorang anggota Parlemen yang tak menjabat di pemerintahan” dan memimpin desakan untuk mengubah undang-undang diskriminasi ras Australia. Selain itu ia mendorong Perdana Menteri untuk melakukan penyelidikan Parlemen, dan memaksa pemerintah untuk menyingkirkan tarif karbon apapun menjelang kajian yang lebih luas.
Siapa yang ikuti jejak Bernardi?
Senator Bernardi menganggap dirinya “berjuang sendirian” di Partai Liberal dan bahkan rekan-rekannya berjuang untuk menebak anggota Parlemen mana, jika ada, yang akan keluar dan bergabung dengannya.
Anggota Parlemen dari kubu Koalisi, George Christensen, dan Senator Liberal Eric Abetz telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak akan pergi, dan sumber ABC juga mengatakan bahwa Senator Bernardi tak mempertimbangkan untuk mendekati mantan Perdana Menteri Tony Abbott.
ABC telah berbicara kepada sejumlah anggota Parlemen Australia yang mengatakan, Bernardi adalah anggota yang berharga dari Partai Liberal dan kecewa mendengar kabar ia memutuskan untuk pergi.
Meski demikian, salah satu anggota Parlemen mengatakan bahwa saat ini pemerintah tampaknya kehilangan arah dan ia tak terkejut akan pemilihan waktu yang diambil Senator Bernardi, terutama setelah sejumlah anggota Parlemen dari Koalisi mencoba untuk menghidupkan kembali perdebatan tentang pernikahan sesama jenis.
"Kita tak belajar dari Brexit dan Trump," kata sumber ini.
“Dan fakta bahwa setelah Perdana Menteri menyampaikan pidato pertamanya, yang menjabarkan agendanya tahun ini, orang-orang mencoba untuk menyeret kembali politik identitas ke tengah masyarakat dan mengotorinya lalu membingungkan pesannya,” lanjut anggota Parlemen ini.
Ia menyerang rekan-rekan mereka itu dan mempertanyakan keputusan politik mereka.
Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.
Diterbitkan: 15:50 WIB 06/02/2017 oleh Nurina Savitri.