ABC

Semakin Banyak Fisikawan Australia Terlibat di Proyek Penelitian Fisika CERN

Ilmuwan Australia berada di barisan depan fisika partikel setelah bergabung dengan fisikawan dunia di institusi riset fisika ternama CERN di Jenewa.

Fisikawan  Amelia Brennan tahu banyak hal mengenai alam semesta dibandingkan dengan orang kebanyakan.

Brennan baru saja tiba di Melbourne setelah  bertugas di Lembaga Riset Nuklir Eropa (CERN) yang bermarkas di Jenewa- yang berhasil menemukan partikel Higgs boson atau 'Partikel Tuhan' pada tahun 2013 lalu.

Meskipun penemuan itu dipuji sebagai terobosan ilmiah utama, Brennan mengatakan Ia dan rekan kerjanya di  CERN hanya baru bisa mempelajari sekitar  25 persen saja dari materi di alam semesta.
 
Tapi misteri astrofisika tetap menjadi daya tarik kuat untuk mereka.
 
"Kami belum mengetahui apa yang membuat sebagian besar materi di alam semesta," katanya.
 
"Kita harus ingin tahu. Mengapa kita harus puas dengan apa yang baru kita ketahui sejauh ini?"
 
Brennan adalah salah satu dari sebagian warga Australia yang telah ikut berkontribusi untuk sejumlah karya terobosan di Lembaga CERN yang jumlahnya saat ini terus meningkat.
 
Ia tercatat sebagai fisikawan wanita pertama yang tertarik pada cabang tertentu dari fisika sejak SMA dan setelah mencari tahu lebih banyak dirinya semakin jatuh cinta dan terinspirasi dengan astro fisika.
 

CERN saat ini tercatat sebagai institusi yang melakukan percobaan sains terbesar dan paling mahal di dunia yaitu  Large Hadron Collider - LHC, lorong akselerator partikel terbesar di dunia sepanjang 27 kilometer yang dibangun di kedalaman 800 meter dibawah tanah yang diperkirakan memakan biaya lebih dari $15 miliar untuk membangunnya.

Sebagian dari tugas Brennan di CERN adalah  menganalisa data dari detektor ATLAS, yang merupakan salah satu komponen dari collider CERN.
 
Dalam perangkat seberat tujuh ton ini jutaan partikel mikroskopis akan ditabrakan secara bersama-sama dengan kecepatan cahaya selama beberapa jam.
 
Tabrakan ini kemudian difoto dan diteliti oleh tim ilmuwan internasional.
 
Penemuan partikel Tuhan mengkonfirmasi teori lama yang menyatakan alam semesta dan mengapa segala sesuatu di dalamnya memiliki massa dan berat.
 
"Mendapat kesempatan bekerja di CERN dan melihat langsung ilmuwan-ilmuwan disana serta melihat detektor itu merupakan hal yang sangat luar biasa bagi saya," tuturnya.
 
"Ada banyak orang Australia yang bekerja di ATLAS di Australia tapi saya menurut saya penting juga untuk datang langsung ke CERN dan seluruh proses dari riset besar ini," 
 

Fisikawan CERN, Dr Richard Jacobsson berharap kerja mereka akan dapat menyediakan jawaban terhadap sejumlah pertanyaan fundamental seputar kehidupan di alam semesta dan kosmos.

"Riset ini berusaha memahami alam, dengan meneliti detail terkecil dari alam ini," katanya.

Professor Geoff Taylor dari universitas Melbourne merupakan ilmuwan Australia lainnya yang bekerja di lembaga CERN.

"Untuk berada pada masa yang penting dalam upaya memahami semesta, kita hanya punya satu -satunya tempat di dunia yang tersedia untuk membantu kita melakukannya," kata Professor Taylor.

"Oleh karena itu satu-satunya cara adalah dengan bergabung dan terlibat dalam kerja kolaborasi dengan ilmuwan lain di CERN,"

Professor Taylor merupakan bagian dari tim yang berhasil mengungkap keberdaan Partikel Tuhan.

"Tanpa [Higgs boson], alam semesta kita tidak akan dilihat sebagaimana mestinya seperti sekarang ini, sebaliknya alam semesta ini akan terlihat sebagai alam semesta yang berbeda," katanya.

Meski banyak warganya ikut berkontribusi dalam proyek fisika ternama di CERN, Australia tidak tercatat sebagai negara anggota. Setiap tahun negara-negara angota CERN harus menyetorkan dana riset sebesar $7 juta, namun fisikawan CERN, Professor Emmanuel Tsesmelis meyakini langkah ini dapat menguntungkan Australia.

"Kontribusi Australia sudah diakui dalam program ilmiah, warga Australia banyak memberi kontribusi dibidang aspek teknologi dan ada banyak industri yang diuntungkan dari penelitian mereka," kata Professor Tsesmelis.

Large Hadron Collider saat ini sedang ditingkatkan untuk menggandakan kemampuannya, ambisi ini membuat para ilmuwan didalamnya kerap harus mengorbankan waktu berharga mereka untuk bekerja keras di tempat kerja mereka.

"Saya tidak pernah bisa duduk bersantai di sofa, saya bisa gila, kami saat ini sangat terdorong untuk terus melakukan penelitian karena rasa keingintahuan kami dan karenanya kami banyak mengorbankan keluarga,"