ABC

Sekolah Pop Up di Sydney Gantikan Sekolah Yang Sedang Dibangun

Sekolah di masa depan tidaklah mesti berbentuk gedung permanen namun bisa berbentuk gedung sementara yang lokasinya berpindah-pindah, yang sekarang dikenal dengan istilah 'pop up'.

Pemerintah negara bagian New South Wales di Australia hari Senin (29/1/2018) meresmikan 14 ruangan kelas di sekolah 'pop up' di dekat lapangan pacuan anjing Wentworth Park, yang akan menampung 360 siswa dari Sekolah Negeri Ultimo selama dua tahun mendatang.

Kampus itu dibangun di atas lapangan terbuka selama tujuh bulan dengan fasilitas meliputi perpustakaan, kanting, dan tempat bermain luar ruang bagi siswa, karena gedung sekolah permanen mereka harus dibangun kembali.

Menteri Pendidikan NSW Rob Stokes mengatakan ruangan kelas dan para guru sudah siap menerima siswa yang akan memulai tahun ajaran baru 2018 hari Selasa.

"Kami bisa memastikan bahwa anak-anak yang berada di sekolah itu tidak terganggu dengan adanya pembangunan kembali sekolah mereka." kata Stokes.

A lawn area surrounded by bricks.
Model sekolah pop up ini dibuat sehingga murid tetap bersekolah ketika gedung sekolah mereka dibangun kembali.

ABC News: Sarah Gerathy

Stokes mengatakan pemerintah NSW berencana membangun atau membangun kenbali lebih dari 120 sekolah di negara bagian tersebut, dan model pop up ini besar kemungkinan akan dilakukan.

"Kami akan memerlukan beberapa sekolah sementara di beberapa lokasi berbeda." katanya.

Model sekolah 'pop up' ini sudah dilakukan di Sekolah Rainbow Street di Sydney Timur, Sekolah Russel Lea di Barat, dan Sekolah Lake Cathie di bagian utara kota tersebut.

Stokes mengatakan pemerintaha akan mempertimbangkan kawasan mana yang cocok untuk membangun sekolah pop up tersebut.

Pembangunan kembali Sekolah Negeri Ultimo nantinya akan membuat sekolah itu berisi 30 kelas dengan bangunan tiga lantai, dengan tempat bermain di atap sekolah, dan juga lapangan bola basket yang bisa digunakan oleh komunitas di akhir pekan.

Rencana pembuatan sekolah pop up ini pada awalnya menimbulkan kontroversi ketika ditemukan adanya kontaminasi bahan kimia timbal di lokasi, namun Stokes mengatakan yakin lokasi itu aman bagi para siswa.

Sekolah ini berada di salah satu kawasan yang paling padat penduduknya di Sydney, dan sekarang bisa menampung sekitar 800 murid.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini