ABC

Sejumlah Fakta di Balik Rencana Serangan Teroris di Melbourne

Tiga orang telah dituduh karena diduga merencanakan serangan teroris di Melbourne, yang -disebut polisi -bisa terjadi pada Hari Natal. Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, menggambarkan hal itu sebagai salah satu plot teroris terbesar yang digagalkan dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews, mengatakan, ancaman itu "sangat serius" dan menyebut rencana itu suatu "tindakan jahat".

Jadi apa yang kita ketahui sejauh ini?.

Apa yang terjadi?

Pada Kamis (22/12) malam, Kepolisian Victoria melakukan upaya penggagalan aksi terorisme gabungan di barat laut Melbourne, di mana lima orang ditahan.

Aksi penggerebekan, yang merupakan bagian dari Operasi Kastelholm, itu juga melibatkan Polisi Federal Australia (AFP), dan Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO).

Tujuh orang ditangkap dan pihak berwenang mengatakan, mereka mepercayai bahwa sekelompok empat orang berencana untuk melakukan serangan di pusat kota Melbourne, yang melibatkan bahan peledak dan senjata lainnya, kemungkinan dilaksanakan pada Hari Natal.

Dari tujuh orang yang ditangkap, lima tetap ditahan dan tengah diinterogasi.

Komisaris Graham Ashton dari Kepolisian Victoria mengatakan, penyelidikan telah dilakukan selama beberapa pekan tetapi mereka yang ditahan telah menjadi ‘buruan’ selama beberapa waktu.

Siapa saja yang ditahan?

Enam pria dan satu perempuan ditangkap di pinggiran barat laut kota Melbourne.

Tiga dari mereka -Abdullah Chaarani (26) dari Dallas, Hamza Abbas (21) dari Flemington dan Ahmed Mohamad (24) dari Meadow Heights -telah dituduh merencanakan serangan teroris.

Seorang pria berusia 22-tahun dari Campbellfield dan seorang pria berusia 21 tahun dari Gladstone Park, tetap ditahan.

Seorang perempuan berusia 20 tahun dan seorang pria berusia 26-tahun, keduanya dari Meadow Heights, dibebaskan tanpa tuduhan.

Komisaris Graham mengatakan, empat dari mereka yang ditangkap adalah kelahiran Australia dengan latar belakang Lebanon dan lainnya merupakan warga negara Australia kelahiran Mesir.

Peta
Sejumlah properti di Meadow Heights, Dallas, dan Flemington digrebek.

ABC

Apa yang direncanakan?

Polisi yakin, mereka yang terlibat dalam rencana itu terinspirasi oleh kelompok Negara Islam (IS) dan berencana untuk menarget sejumlah lokasi strategis di Melbourne.

Komisaris Graham mengatakan, polisi menemukan proses pembuatan alat peledak selama penggerebekan.

Ia menyebut, ada juga bukti dari rencana untuk menggunakan senjata lainnya, termasuk pisau atau senjata api.

Menteri Kehakiman Australia, Michael Keenan, mengatakan, rencana yang digagalkan itu adalah "salah satu yang paling serius dalam soal niat, dan jumlah orang-orang yang terdampak".

Di mana kemungkinan targetnya?

Polisi mengatakan, daerah yang direncanakan menjadi lokasi serangan meliputi Federation Square, Stasiun Flinders Street, dan Katedral St Paul.

Lokasi tersebut berada di kawasan pusat bisnis Melbourne dan seringkali padat dengan lalu lintas pejalan kaki.

Polisi mengatakan, serangan itu akan menyebabkan kerugian yang signifikan terhadap masyarakat, termasuk kemungkinan cedera dan kematian.

Amankah warga Australia saat Natal?

Pihak berwenang telah berupaya meyakinkan publik setelah penangkapan itu.

Komisaris Graham mengatakan, ia yakin ancaman itu telah "dinetralkan" dan akan ada kehadiran polisi yang meningkat selama periode Natal, termasuk untuk uji coba ‘Boxing Day’ di stadion Melbourne Cricket Ground.

"Kami percaya, kami telah menetralkan ancaman itu, saya pikir itu sudah tertangani. Kami tahu bahwa ada banyak acara selama beberapa hari ke depan. Tak ada laporan intel yang mengatakan ada ancaman apapun terkait acara-acara itu," jelasnya.

Komisaris Andrew Colvin dari Polisi Federal Australia mengatakan, ia sudah berbicara dengan pihak berwenang di sejumlah wilayah Australia untuk menambah jumlah polisi yang disiagakan.

"Kehadiran polisi akan terlihat, tetapi itu tak akan mengganggu," sebutnya.

Menteri Daniel mengatakan, warga Victoria "harus tetap melanjutkan aktivitas seperti sedia kala".

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 18:05 WIB 23/12/2016 oleh Nurina Savitri.