ABC

Seberapa Jauh Anda Bisa Berbohong Saat Melamar Kerja?

Pernahkah Anda jujur saat mengisi lamaran kerja? Seberapa sering anda menulis kebenaran ketika mengisi lamaran kerja? Sebenarnya, seberapa jauh kita bisa ‘berbohong’ saat mengisi lamaran kerja?.

Meski beberapa orang mungkin lolos begitu saja, beberapa lainnya seperti anggota Parlemen Australia asal Partai Liberal -yakni Felicity Wilson, yang ketahuan melebih-lebihkan jumlah gelar akademisnya, akan menanggung malu.

Wilson mengklaim bahwa ia memiliki gelar ganda dari Universitas Macquarie, padahal sebenarnya ia hanya memiliki satu gelar Sarjana Media.

Pemeriksaan fakta kini sesederhana pencarian di internet, jadi apakah tindakan melebih-lebihkan CV Anda tak bisa lagi dipraktekkan?

“Dua puluh tahun lalu, lebih sulit untuk memeriksa, pihak pemberi kerja sebagian besar harus menilai para pelamar dari pertemuan tatap muka dan laporan pewawancara,” jelas Jim Bright, seorang pakar karir dan psikolog organisasi.

"Anda harus memiliki resume yang bisa dipertanggungjawabkan dan Anda seharusnya tak pernah memalsukannya secara faktual."

Bright mengatakan, beberapa survei melaporkan bahwa hingga 60 persen orang telah menulis hal yang tak sebenarnya di resume mereka, walaupun tingkat perbedaan di antara kebohongan itu bervariasi.

Ia mendorong agar para pencari kerja untuk selalu mencantumkan prestasi mereka dalam peran apapun, tak peduli betapa sepelenya, seperti menggantikan rekan kerja saat mereka sakit atau mencapai target Anda bahkan jika itu adalah “bagian dari pekerjaan”.

“Masalah terbesar yang dialami para pencari kerja adalah mereka membatasi diri, mereka terlalu malu-malu tentang pencapaian mereka dan mereka menghalangi diri mereka sendiri,” kata Bright.

“Tapi Anda tak bisa mencari-cari jabatan pekerjaan. Setiap perekrut yang berkualitas akan menginvestigasi dan bertanya kepada Anda: ‘Apa posisi anda, apa yang muncul di slip gaji?’.”

Manfaatkan pencapaian anda, tak peduli seberapa kecil pencapaian itu ketika anda melamar pekerjaan.
Manfaatkan pencapaian anda, tak peduli seberapa kecil pencapaian itu ketika anda melamar pekerjaan.

ABC News

Manfaatkan pencapaian pribadi anda

Bagi pelamar dengan pengalaman kerja dan pendidikan yang terbatas, mereka harus memanfaatkan pengalaman pribadi, kata Bright.

"Ini tentang apa yang Anda capai dalam hidup, bukan hanya dalam pekerjaan.”

“Pencapaiannya mungkin, ‘Saya mampu mengatasi tragedi di keluarga saya, saya bertahan dari penyakit serius, saya mengatasi masalah berat badan dan berhasil mempertahankan rutinitas olahraga’.”

“Anda perlu menyajikan rekam jejak penguasaan pribadi di beberapa bidang dalam hidup Anda dan menghubungkannya dengan kepribadian menarik yang mereka cari.”

“Kami suka kisah hidup yang berisi keberhasilan mengatasi kondisi sulit.”

Kebalikannya, melamar pekerjaan yang mengandalkan pengalaman profesional, seperti menjadi pengacara, dan dalam skenario itu menurut Bright, menyertakan anekdot pribadi semacam hal di atas akan terlihat tidak profesional.

Beberapa informasi seharusnya tidak dicantumkan dalam resume sama sekali.

Bright mengatakan bahwa ia telah melihat banyak CV yang termasuk, misalnya, tuduhan perampokan bersenjata saat orang tersebut mendaftar untuk bergabung dengan kepolisian.

Tips bagi pihak pemberi kerja

Saran Bright kepada pihak pemberi kerja memberi beberapa wawasan tentang betapa sulitnya bagi seseorang untuk berbohong di CV mereka.

Ia menyarankan agar perekrut "tak menilai begitu saja apa yang ditulis pelamar" dan untuk menemukan bukti dari semua klaim yang dibuat dalam CV.

Itu mungkin berarti menghubungi orang dan perusahaan lain selain yang dicantumkan dalam rekomendasi.

Ia juga mengatakan, pewawancara seharusnya mendesak pelamar untuk memberikan rincian spesifik selama wawancara, seperti posisi di pekerjaan dan tanggal yang spesifik saat mencantumkan pencapaian dan pengalaman kerja masa lalu.

Diterjemahkan Selasa 11 Juli 2017 oleh Nurina Savitri. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.