ABC

Satu Kata Satu Hari untuk Warga Aborigin

Penduduk keturunan aborigin yang tinggal di pedalaman Australia masih tertinggal dalam kemampuan membaca. Program "satu hari satu kata" diharapkan bisa membantu mereka.

Laporan dari hasil ujian nasional menunjukkan bahwa 60 persen anak-anak keturunan aborigin yang duduk di kelas 3 SD di daerah terpencil di Australia Barat, Australia Selatan, dan Wilayah Utara memiliki kemampuan membaca di bawah rerata nasional. Demikian juga dengan kemampuan berhitung mereka.
 
Sebuah Yayasan Aksara Aborigin adalah sebuah LSM yang dibuat untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak tersebut dengan memberikan dukungan dan sumber daya lebih besar kepada mereka.
 
Salah satu proyeknya bernama One Word, One Day (Satu Kata Satu Hari), dimana para seniman diminta untuk menciptakan sebuah karya yang didasarkan pada satu kata.
 
30 April lalu, Gedung ABC di Melbourne menjadi tuan rumah bagi sekitar 15 artis dari berbagai kalangan untuk menciptakan karya seni yang didasarkan pada kata yaitu: pounce.Pounce berarti menyergap, menyerang ataupun menangkap sesuatu, biasanya dilakukan binatang, seperti harimau dalam menangkap mangsanya.
 
Hasil dari karya seni ini kemudian disumbangkan kepada Yayasan Aksara Aborigin untuk meningkatkan kesadaran dan juga mencari dana.
 
ABC berbicara dengan tiga orang artis  asal Melbourne yang hadir Elise Hurst, Ann James dan Craig Smith.
Elise Hurst (ABC: Bethany Keats)
Bagi Elise Hurst, kata pounce atau menyergap ini adalah ketika seekor harimau hendak menyergap seekor kumbang.
Ann James (ABC, Bethany Keats)
Yang digambar oleh Ann James adalah seekor ikan yang masuk ke dalam mulut buaya karena tidak sengaja. Menurutnya, nantinya ikan tersebut akan berhasil keluar dari mulut buaya tersebut.
Craig Smith (ABC: Bethany Keats)
Craig Smith menggambar simpanse untuk menggambarkan kata pounce tersebut.