ABC

Sambut ‘Thanksgiving’, Penjualan Kalkun di Australia Makin Meningkat

Jika bulan Oktober lalu Halloween semakin populer dan banyak dirayakan di Australia, maka akhir November ini, tak sedikit pula warga Australia yang kembali merayakan tradisi Amerika, yakni ‘Thanksgiving’.

Thanksgiving tampaknya telah mendapat tempat di Australia, dengan para peternak kalkun melaporkan lonjakan penjualan menyambut hari penting yang berasal dari Amerika Serikat ini.

Pada November 2015, ‘Thanksgiving’ atau tradisi makan malam dan bersyukur bersama jatuh pada tanggal 26, dan ini adalah hari libur terbesar di Amerika Serikat.

John Watson memproses 30.000 kalkun di peternakan organiknya di Australia Selatan, setiap tahun.

Thanksgiving adalah hari libur terbesar di Amerika Serikat tiap tahunnya. (Foto: Flickr, roxy314angela)
Thanksgiving adalah hari libur terbesar di Amerika Serikat tiap tahunnya. (Foto: Flickr, roxy314angela)

Ia memperkirakan, minat untuk merayakan ‘Thanksgiving’ di Australia telah melonjak tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Ia mengatakan, kalkun dulunya paling banyak diminati di Australia hanya dua kali setahun - saat Paskah dan Natal - tapi sekarang tak demikian.

"Beberapa tahun yang lalu, hanya satu atau dua kalkun dan itu hanya datang dan pergi, kami tak memikirkannya terlalu banyak. Tapi sekarang, saya rasa kalkun pada Thanksgiving mengalahkan Paskah," sebutnya.

John mengungkapkan, "Kami biasanya menjual cukup banyak kalkun hanya pada saat Paskah, sekarang Thanksgiving menjadi penjualan besar bagi semua peternak kalkun di Australia."

Halloween lebih meriah ketimbang Hari Valentine

Walau asal-usul Thanksgiving tak memiliki relevansi di luar Amerika Serikat, hal itu tidak menghentikan penyebarannya.

Bar bergaya Amerika di Sydney, yakni ‘Bridge St Garage’ menjadi tuan rumah pesta Thanksgiving pada (26/11), untuk menghormati hari libur ini.

"Ini menjadi lebih diterima secara budaya ... datang ke acara berbau Amerika seperti ini, apakah itu Super Bowl atau babak penyisihan basket, NFL, hal seperti itu," kata manajer ‘Bridge St Garage’, Frej Bergman.

"Khususnya ‘Thanksgiving’, kami menerima telepon orang-orang yang mencoba reservasi makan malam hari ini," tambahnya.

Sejumlah restoran lain juga mengatakan, mereka juga sudah penuh reservasi di muka.

"Halloween juga malam yang luar biasa. Kami punya berbagai acara berbau Amerika yang menjadi lebih populer," tutur Frej.

Koki ternama, Oscar Gorosito, mengatakan, minat untuk merayakan sejumlah tradisi Amerika tengah tumbuh secara global.

"Sekarang, Halloween lebih besar dari Hari Valentine. Pertumbuhan di seluruh dunia ini akan mempengaruhi pasar di Australia. Super Bowl, bagi kami di restoran ini, lebih besar dari Melbourne Cup," jelasnya.

Sementara pengaruh Amerika terus berkembang, Frej mengatakan, budaya Australia belum akan mati.

"Saya pikir itu akan tumbuh, tapi saya harap itu tak tumbuh terlalu pesat dan mengambil alih terlalu banyak," sebutnya.

Ia menuturkan, budaya Australia sudah menyenangkan, tapi budaya Amerika itu seperti "sepupu yang sering anda lihat" yang bisa melompat keluar masuk kehidupan anda.