ABC

RUU Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis Mulai Dibahas

"Jangan meremehkan rakyat Australia." Itulah pesan Senator Dean Smith untuk rekan-rekannya di Parlemen Australia saat mengawali pembahasan RUU yang diharapkan melegalisasi pernikahan sesama jenis.

RUU ini diajukan politisi Partai Liberal kemarin setelah mayoritas 61,6 persen rakyat Australia memilih YES dalam plebisit atau survei nasional. Pertanyaan plebisit itu sederhana: apakah gay dan lesbian sebaiknya diperbolehkan untuk menikah?

Dalam pidato pengantar RUU, Senator Smith menjelaskan RUU ini mengakui "tempat khusus pernikahan yang melampaui kehidupan sipil dan religius kita" dan akan memastikan kaum LGBTI Australia, "tidak lagi ditolak untuk mendapatkan berkat tersebut".

Mengutip sebuah buku, dia menyebutkan pernikahan sebagai perayaan dimana, "Kita melihat air mata bahagia orangtua kita dan menerima berkat mereka ... ketika kita dengar sambutan sahabat yang penuh cinta di balik humornya ... ketika cinta hidup kita diterima oleh keluarga, dan kita menerima cinta mereka ".

"Karena RUU ini, berkat tersebut tidak lagi akan ditolak untuk anak-anak LGBTI kita," kata Senator Smith.

Menyinggung mengenai hasil survei, dia mengatakan: "Kita secara sekilas melihat negara yang kita rindukan - negara yang adil, murah hati dan bersedia menerima."

"Kita melihat sebuah negara yang mendahulukan harapannya daripada bersikukuh pada ketakutannya," katanya.

RUU Senator Smith mendapat dukungan lintas partai, dari Partai Buruh, Partai Hijau, anggota lintas fraksi dan dalam partainya sendiri.

Dia menyatakan penghargaan kepada rekannya Warren Entsch yang membantu merumuskan RUU yang akan melegalisasi pernikahan sesama jenis tersebut.

"Ketika saya melihat kemenangan ini dan ribuan orang yang mengupayakannya, saya terus memikirkan satu orang: dia pembawa obor sebelum ada anggota Partai Koalisi di Parlemen yang terbuka mengaku LGBTI," katanya.

"Dia memiliki perpaduan galak dan empati yang membuatnya jadi pejuang paling memikat yang tak terduga," jelasnya.

"RUU ini semuanya karena Warren - kita hanya mengikuti jalan yang dia buka," tambahnya.

Senator Smith mengingatkan anggota parlemen yang ingin mengajukan perubahan RUU tersebut. Menurut dia, RUU ini sudah adil dan berusaha melindungi institusi keagamaan.

"Survei melalui pos adalah pemungutan suara untuk mengubah Undang-Undang Perkawinan. Titik," katanya.

"Biarkan saya perjelas: amandemen yang ingin membahas masalah lain, atau berusaha menolak hak-hak, tanggung jawab dan keistimewaan yang telah dimiliki gay dan lesbian, akan ditentang dengan keras," jelasnya.

"Tidak ada dalam RUU ini akan menghapus hak yang telah ada, dan tidak ada yang akan mengurangi kebebasan sipil yang ada," tambahnya.

Dia mengatakan perdebatan tentang kebebasan berekspresi dan nilai-nilai bersama seharusnya dilakukan di Senat, namun menyatakan hal itu bisa dilakukan dalam kesempatan lainnya.

"Rakyat Australia tidak memilih persamaan di depan hukum sehingga persamaan di depan hukum yang telah diperoleh itu dilucuti," katanya.

Dean Smith smiles while holding a rainbow flag.
Senator Dean Smith merayakan kemenangan kubu YES dalam survei legalisasi pernikahan sesama jenis.

ABC News: Jed Cooper

Senator Smith mengakui adanya kekhawatiran dari kalangan umat Kristiani. Dia memahami ketakutan mereka mengenai, "perubahan budaya Australia terhadap umat beragama".

"Saya mengerti ketakutan ini karena ini refleksi dari ketakutan yang dirasakan kaum LGBTI dalam sejarah negara kita. Ketakutan mengenai penerimaan, ketakutan akan pekerjaan, ketakutan akan menyembunyikan siapa diri Anda, dan ketakutan akan kekerasan," katanya.

"Pemungutan suara ini bukan - dan tidak boleh - menggantikan penganiayaan satu minoritas dengan yang lain," ujarnya.

"Atau memberikan harapan pada satu kelompok sambil menimbulkan ketakutan bagi orang lain," ujarnya.

"Ini haruslah mengedepankan harapan dan impian semua warga negara, tidak peduli seksualitas, etnisitas, atau agama mereka," kata Senator Smith.

Kepad rekan senator lainnya, dia meminta untuk meyakini rasa keadilan dan kesadaran Australia dan keinginannya menjadi negara "bagi semua".

"Saya tidak pernah percaya akan tiba saatnya negara ini memandang hubungan saya setara dan seberharga orang lain. Rakyat Australia telah membuktikan bahwa saya salah," katanya.

"Bagi mereka yang menghendaki dan percaya pada perubahan - dan mereka ingin menggagalkannya - saya hanya berpesan, jangan meremehkan Australia. Jangan meremehkan rakyat Australia. Jangan meremehkan rasa keadilan negara kita, rasa kesadaran dan keinginan menjadi negara 'bagi kita semua'," ujarnya.

"Negara kita bukan hanya memiliki nilai-nilai ini, tapi juga telah memberikan suara untuk hal ini," papar Senator Smith lagi.

Trevor Evans and Trent Zimmerman sit transfixed as Dean Smith speaks. Tim Wilson is in tears
Politisi Partai Liberal Trevor Evans, Trent Zimmerman dan Tim Wilson mendengarkan pidato rekannya Dean Smith.

ABC News: Jed Cooper

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.