ABC

RUPS Maskapai Qantas Tolak Cabut Deportasi Pencari Suaka

Sebuah upaya untuk meminta Qantas meninjau kembali kebijakannya yang memaksa deportasi pencari suaka ketika diminta oleh Pemerintah Australia telah gagal diloloskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maskapai penerbangan itu di Brisbane.

Resolusi tersebut diusulkan oleh Pusat Australasia untuk Tanggung Jawab Perusahaan.

Qantas, bersama dengan banyak maskapai penerbangan Australia lainnya, mengangkut orang kembali ke negara asalnya jika diminta oleh Departemen Dalam Negeri Australia.

Ketua Dewan Komisaris Qantas yang baru mundur, Leigh Clifford, mengatakan kepada RUPS bahwa perusahaan ini menghormati pandangan yang berbeda di masyarakat dan di antara pemegang saham, tetapi menyarankan mereka untuk memilih menentang resolusi.

"Resolusi kontingen ini akan mengharuskan Qantas untuk menilai masalah pencari suaka individu sebelum mengizinkan mereka melakukan perjalanan," kata Clifford.

"Kami teguh dalam posisi kami bahwa Pemerintah-lah yang menetapkan kebijakan imigrasi dan menilai kasus-kasus individual dan pengadilan, yang mengadakan persidangan, adalah pihak terbaik untuk mengambil keputusan atas masalah-masalah imigrasi yang rumit."

"Melakukan hal itu berarti meremehkan Pemerintah Australia dan sistem peradilan negara - kami tidak percaya hal ini baik bagi kepentingan pemegang saham atau komunitas yang lebih luas."

CEO Qantas, Alan Joyce, berbicara di RUPS perusahaan tersebut di Brisbane.
CEO Qantas, Alan Joyce, berbicara di RUPS perusahaan tersebut di Brisbane.

ABC News: Tim Swanston

Jurubicara Serikat Pekerja Layanan Australia (ASU), Billy Colless, mengatakan anggotanya "jelas mendukung" tinjauan tersebut.

"Para anggota ASU telah memiliki posisi keanggotaan sejak lama bahwa kami tidak mendukung deportasi pengungsi dan pencari suaka di Australia melalui Qantas," kata Colless.

"Staf kami adalah para pekerja dan mereka bekerja tanpa lelah di seluruh Australia - saya pikir menyedihkan bagi setiap orang yang bekerja di Australia bahwa kami lihat orang-orang dieksploitasi melalui perusahaan seperti Qantas."

"Qantas harus mulai mempertaruhkan beberapa klaim, alih-alih hanya berfokus pada lebih banyak penerbangan dan bisnis yang lebih besar dan bonus lebih besar kepada atasan mereka."

"Mereka harus mulai berpikir secara sosial - yang dimulai dengan memikirkan dan menghormati staf mereka dan itu juga dimulai dengan memastikan mereka punya hati nurani sosial."

Clifford mengatakan kepada RUPS, perusahaan ini percaya bahwa tindakan aktivis tak "benar-benar mencerminkan Qantas sama sekali".

"Ini tentang menemukan berbagai cara untuk menekan Pemerintah Australia dan Oposisi Federal untuk mengubah kebijakan imigrasi mereka," kata Clifford.

Clifford (tengah) menasehati para pemangku kepentingan di RUPS untuk menolak resolusi itu.
Clifford (tengah) menasehati para pemangku kepentingan di RUPS untuk menolak resolusi itu.

ABC News: Tim Swanston

Protes maskapai karena terbangkan pencari suaka

Di luar Gedung RUPS, para pengunjuk rasa meminta pemegang saham untuk mengesahkan resolusi tersebut, mengutuk maskapai penerbangan ini karena menerbangkan pencari suaka.

Di antara mereka adalah Angela Fredericks, seorang warga Biloela, Queensland dan seorang kerabat dari keluarga Tamil yang berada dalam tahanan imigrasi.

Fredericks mengatakan sebagai pemegang saham, ia berbicara untuk mendukung resolusi.

"Saya meminta Qantas untuk bertindak dan mengambil beberapa kepemimpinan moral dengan mengatakan mereka tidak akan berpartisipasi dalam deportasi paksa pengungsi dan pencari suaka," katanya.

"Kekhawatiran kami adalah banyak pihak berwenang mengatakan bahwa Pemerintah kita sebenarnya melanggar beberapa konvensi pengungsi dan konvensi hak asasi manusia dan sistem kami pada dasarnya tidak adil terhadap orang-orang ini."

Fredericks mengatakan, Qantas sebagai ‘semangat Australia’ seharusnya menyambut baik semua orang.
Fredericks mengatakan, Qantas sebagai ‘semangat Australia’ seharusnya menyambut baik semua orang.

ABC News: Tim Swanston

"Konsekuensi dari itu adalah maskapai penerbangan ini pada dasarnya mengirim orang kembali ke bahaya dan penganiayaan."

"Pada akhirnya, Qantas adalah pemimpin industri penerbangan dan bagian dari menjadi pemimpin adalah memiliki tanggung jawab, bagian dari itu adalah bertindak dan menunjukkan posisi mereka terhadap hak asasi manusia.

Fredericks mengatakan Qantas sebagai "Semangat Australia" seharusnya menyambut ramah semua orang.

"Kami tentu saja akan menghormati keputusan Qantas dan sesama pemegang saham hari ini, namun masalah ini tak akan selesai."

Seorang pengunjuk rasa di luar RUPS Qantas di Brisbane.
Seorang pengunjuk rasa di luar RUPS Qantas di Brisbane.

ABC News: Tim Swanston

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.