ABC

Rumah Tangga di Australia Rata-rata Buang Makanan Hingga Puluhan Juta per Tahun

Perang melawan sampah masih terus berlangsung di Australia!

Kebiasaan membuat barang-barang, lalu menggunakannya hanya sekali atau dua kali, lalu membuangnya harus dihentikan.

Lalu bagaimana caranya mengurangi sampah? Bagaimana cara mendaur ulang dengan benar?

Lebih penting lagi, bagaimana kita berhenti menganggapnya sebagai pemborosan?

Kita mungkin sudah mencapai beberapa kemajuan, tapi masih banyak yang harus dilakukan. Bahkan, sejumlah solusi justru dimulai dari rumah tangga.

'Jadi apa lagi yang bisa saya lakukan?'

Senang sekali mendengar Anda menanyakan hal ini.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah  menonton serial baru 'War on Waste' di ABC iview (dan silakan 'share' tautannya).

Setelah Anda terinspirasi, inilah solusi praktis yang dikelompokkan berdasarkan tema.

Sampah plastik

Australia memiliki masalah besar sampah plastik. Konsumsi plastik tahunan menghasilkan jumlah emisi gas rumah kaca yang sama dengan 5,7 juta mobil.

Pada tahun 2020-21, Australia menghasilkan sekitar 2,6 megaton sampah plastik. Separuhnya adalah limbah komersial dan industri, namun sebagian besar sisanya diproduksi oleh rumah tangga. Artinya, apa yang dilakukan di rumah sangat penting artinya.

Pikirkan soal hal ini: mendaur ulang saja tidak akan menyelesaikan masalah. Saat ini, Australia mendaur ulang 13 persen plastik. Jadi, penting sekali jika bisa menghindari plastik. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:


  • Dukung inisiatif BYO Friday: Inisiatif BYO Friday mendorong orang untuk membawa cangkir dan wadah makanan mereka sendiri pada hari Jumat (karena untuk melakukannya di Senin cukup sulit!) , tapi coba targetkan juga setiap hari.

  • Bekerja sama dengan 'Responsible Cafes' untuk membuat poster yang akan dipasang di ratusan kafe, tempat-tempat usaha, sekolah, dan tempat kerja di seluruh Australia.

  • Katakan tidak pada plastik dalam kehidupan sehari-hari:  Bulan Juli Bebas Plastik adalah gerakan global di mana jutaan orang menjadi bagian dari solusi polusi plastik. Sangat mudah, pokonya tolak penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

  • Cari tahu tentang daur ulang: apakah Anda kebingungan mencari tahu ke mana seharusnya kotak pizza yang telah digunakan? Uji kecerdasan daur ulang Anda di ABC News' quiz

  • 13 persen bukanlah angka ajaib: meski rata-rata orang Australia mencampur sampah dan mendaur ulang tidak terlalu membantu, itu bukanlah penyebab masalah plastik. Para pakar menyebut investasi yang tidak memadai dalam daur ulang dan terlalu sedikit insentif untuk menjadikan konten daur ulang sebagai preferensi daripada bahan bakar fosil murni. Membuat plastik dari bahan bakar fosil murni alih-alih konten daur ulang menggandakan emisi rumah kaca. Kirim surat kepada kalangan dunia usaha atau pemerintah jika ingin melihat mereka bekerja lebih baik.

Sampah makanan

Berapa banyak pisang hampir busuk yang Anda buang ke tempat sampah? Atau sayuran yang tak jadi dimasak? Atau sisa makan malam yang tadinya Anda mau makan keesokan harinya tapi tidak jadi?

Warga Australia membuang 7,6 juta ton limbah makanan rumah tangga dan komersial ke tempat pembuangan akhir setiap tahun. Sulit membayangkan volume seperti ini, jadi mari kita lihat dengan cara lain.

Rumah tangga Australia membuang bahan makanan senilai rata-rata AU$2.500 setiap tahun, atau lebih dari Rp25 juta. Besar sekali. Ini berarti kira-kira satu dari setiap lima kantong belanja makanan dibuang begitu saja. Dalam rumah tangga rata-rata empat orang, itu berarti setengah ton limbah makanan setahun!

Pemborosan finansial seperti ini hanyalah sebagian kecil dari masalah. Membuang makanan yang tidak dimakan telah menyia-nyiakan air, energi, dan sumber daya yang digunakan untuk memproduksi makanan, dan ketika makanan dan bahan organik lainnya dikirim ke tempat pembuangan sampah, makanan tersebut rusak dan menghasilkan metana, gas rumah kaca yang kuat.

Pikirkan tentang ini: jika limbah makanan adalah sebuah negara, maka akan menjadi penghasil emisi terbesar ketiga di dunia. Hanya China dan Amerika yang menghasilkan emisi lebih banyak. Faktanya, limbah makanan menghasilkan emisi yang jauh lebih banyak daripada industri penerbangan.

Sisi positif dari pengurangan limbah makanan adalah banyak hal yang dapat dilakukan oleh rumah tangga.

Berikut beberapa tips sederhana:


  • Jangan pernah berbelanja dalam keadaan lapar

  • Buat daftar belanja dan periksa kulkas sebelum berbelanja

  • Jika tinggal di dekat toko, berbelanja lebih sedikit barang, karena Anda dapat kembali lagi

  • Pengomposan memang bagus, tapi memakan makanan lebih baik 

  • Bersikap realistis, jangan terlalu optimis. Mungkin Anda ingin memasak di rumah tapi benarkah Anda akan melakukannya?

Ingin berbuat lebih banyak?


  • Gunakan semaksimal mungkin! Siapkan rak atau wadah di kulkas untuk makanan yang harus digunakan terlebih dahulu, baik karena sudah dimakan sebagian atau sudah mendekati akhir masa pakainya. Untuk membantu, Oz Harvest telah membuat Use It Up Tape
    . Pesan secara gratis dan biarkan petunjuk visual ini membantu kulkas Anda bebas sampah. Penelitian menunjukkan bahwa ini adalah cara yang efektif untuk menjaga penggunaan makanan selalu diingat.

  • Bergabung dengan komunitas Berbagi Sampah: ini sebuah inisiatif pengurangan sampah yang menghubungkan dengan tetangga untuk menghentikan sampah makanan masuk ke tempat sampah. Anda bisa menjadi donor kompos. Banyak pemerintah kota menyediakan tempat sampah kompos bersubsidi besar bagi masyarakat. Cari tahu apakah pemkot Anda melakukannya.

  • Sukarelawan badan amal makanan: salah satu ironi besar adalah bahwa pada saat kita membuang makanan yang bisa dimakan dengan sempurna, kesulitan biaya hidup saat ini membuat banyak keluarga mengandalkan bantuan badan amal untuk bertahan hidup. Jika punya waktu, mengapa tidak menjadi sukarelawan di Food Bank, Second Bite, atau Oz Harvest. Itu tidak hanya membantu orang lain; tapi juga menghentikan makanan dibuang ke TPA.

Sampah pakaian

Orang Australia umumnya menyukai tren pakaian, jadi tidak mengherankan jika menjadi salah satu konsumen fesyen dan tekstil terbesar di dunia. Namun kecintaan pada 'fast fashion' menimbulkan masalah lingkungan yang jauh lebih besar daripada yang kita sadari: banyak pakaian kita terbuat dari plastik, berasal dari bahan bakar fosil.

Tren mode cepat telah berkembang. Anda dapat menelusuri ribuan gaya murah secara online, dan pilihan Anda langsung dikirimkan ke rumah.

Hanya dalam enam bulan di tahun 2021, merek online Shein menambahkan antara 2.000 dan 10.000 gaya individual ke aplikasinya setiap hari. Seringkali, pakaian dibuat dengan bahan polyester dan plastik lainnya, tapi bukan hanya Shein yang melakukannya. Ini sudah menjadi realita dari mode rendah hingga tinggi, dengan lebih dari 60 persen tekstil saat ini dibuat menggunakan bahan berbasis bahan bakar fosil.

Apakah bahan kapas adalah solusi sederhana? Sayangnya tidak. Meski menghindari plastik, bahan kapas juga dapat menggunakan air dalam jumlah besar untuk memproduksinya.

Pikirkan hal ini: apa pun yang Anda kenakan, di sana ada jejak lingkungan, jadi membeli lebih sedikit dan sering memakainya adalah pilihan yang lebih ramah lingkungan.

Berikut adalah beberapa ide lain:


  • Belajar menjahit: cara menyenangkan untuk memperpanjang masa pakai pakaian (dan menghemat uang) adalah mempelajari keterampilan baru seperti menambal dan menjahit. Kunjungi orangtua atau kakek-nenek untuk belajar atau ikut kursus. Untuk beberapa inspirasi dari mereka yang suka melakukan perbaikan dengan lantang dan bangga, lihat #VisibleMending.

  • Komunitas Bertukar ke Toko: atur pertukaran pakaian menggunakan kampanye War On Waste. ABC menyelenggarakan dua sesi 'Cara Menjalankan Pertukaran Pakaian' dan menggabungkan perangkat praktis sehingga Anda bisa mendapatkan 'hosting' di komunitas setempat.

  • Ambil tantangan gaya ulang! Ubah fungsi selendang jadi rok atau ikat pinggang. Anda perlu menjadi kreatif dengan menjadikan satu potong pakaian bisa dikenakan dengan berbagai cara, untuk berbagai kesempatan. Gunakan kembali apa yang Anda miliki dan unggah di media sosial dengan #WoWRestyle.

  • Beli bekas: toko barang bekas tetap menjadi hobi, sebagai tujuan belanja. Ini cara menyenangkan dan hemat biaya untuk memperbaiki belanjaan dan mengurangi pemborosan pakaian. Kini Anda dapat membeli dari toko barang bekas, seperti toko The Salvos, Vinnies di Australia dan lainnya secara online.

  • Jelajahi lemari pakaian: penelitian menunjukkan sekitar 30 persen lemari pakaian kita tidak dipakai setiap tahun. Alih-alih berbelanja pakaian baru, lihat apa yang bisa Anda temukan di bagian belakang lemari pakaian. Jika sudah tidak cocok atau tidak mau lagi memakainya, Anda bisa menjualnya atau mendonasikannya Tapi ingat: jangan membuang pakaian yang tidak bisa dipakai di toko barang bekas.

  • Menyewa ketimbang membeli: temukan pakaian bagus di lemari pakaian yang tidak bisa Anda pakai? Lihat apakah Anda dapat menyewakannya. Begitu pula sebaliknya, mengapa tidak mencoba menyewa pakaian daripada membeli? Ada opsi 'peer-to-peer', dan beberapa toko yang melayani penyewaan pakaian.

Simak artikel selengkapnya di ABC News.