RS Ini Hanya Terima Persalinan Ibu Dengan Berat Badan Tertentu
Para perempuan di barat laut negara bagian Victoria mungkin perlu bepergian hingga ke Melbourne atau Adelaide untuk bersalin, setelah sebuah rumah sakit di Mildura mengumumkan adanya perubahan dalam pedoman persalinan.
Berdasarkan aturan baru di Rumah Sakit ‘Mildura Base’, perempuan dengan indeks massa tubuh (BMI) 50 atau lebih tak bisa lagi melahirkan di rumah sakit itu, kecuali dalam keadaan darurat.
Sementara itu, ibu hamil dengan BMI antara 40 dan 49 akan dirawat berdasarkan kasus per kasus.
Direktur keperawatan di rumah sakit itu, Janet Hicks, mengatakan, perubahan ini bertujuan untuk memberi perawatan terbaik kepada para perempuan.
“Bukti menunjukkan bahwa para perempuan yang masuk dalam kategori berisiko tinggi benar-benar harus dirujuk ke rumah sakit tersier atau rumah sakit dengan tingkat perawatan yang lebih tinggi,” jelasnya.
"Semua kehamilan berbeda dan komplikasi bisa timbul pada kehamilan manapun sehingga kami percaya itu adalah pilihan yang paling aman," terang Janet.
Ia mengatakan, walau pelayanan pemeriksaan kehamilan tetap tidak berubah, para perempuan harus melahirkan di unit perawatan intensif persalinan di Melbourne, Bendigo atau Adelaide.
Direktur kebidanan dan ginekologi di rumah sakit itu, Dr Ian Pettigrew, membantah perubahan itu merupakan penurunan dari pelayanan rumah sakit.
“Ini adalah pendekatan yang sangat praktis terhadap masalah yang menciptakan masalah di dalam pelayanan kesehatan di seluruh Australia,” sebutnya.
“Para perempuan dengan BMI lebih dari 40 memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengembangkan komplikasi seperti pre-eklampsia, perdarahan tiba-tiba, di mana ada pendarahan di belakang plasenta dan batasan pertumbuhan, di mana bayi tidak tumbuh secara memadai,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, “Jika seorang perempuan memiliki BMI lebih dari 50, mereka mungkin memiliki kesempatan setidaknya 50% untuk menjalani operasi caesar dengan semua risiko yang terkait.”
Bis untuk perempuan hamil
Dr Ian mengatakan, beberapa perempuan hamil tua yang obesitas bisa bepergian dengan bus ke kota terdekat jika mereka tidak memiliki transportasi lain. Saran itu dinilai tidak ideal oleh Dr Alexis Shub, dosen Universitas Melbourne yang mengkhususkan diri dalam bidang kebidanan.
"Saya pikir perjalanan berpindah-pindah bagi perempuan gemuk di akhir kehamilan meningkatkan risiko pembekuan pembuluh darah, mirip kejadian yang terkait dengan penerbangan berdurasi lama," kata Dr Alexis.
“Saya tak akan merekomendasikan seorang perempuan untuk bepergian dengan cara itu,” imbuhnya.
Tapi Dr Alexis mengatakan, jika perempuan lebih suka naik bus, tindakan pencegahan seperti peregangan biasa begitu penting untuk mengurangi risiko yang terkait dengan periode perjalanan panjang.
Ia mengatakan, ada skema subsidi untuk mendukung para perempuan yang perlu bepergian untuk melahirkan.
"Salah satu masalah dari skema ini adalah bahwa perempuan diharuskan membayar di muka dan kemudian uangnya baru dibayar dan jelas, ini sulit bagi beberapa orang," kata Dr Alexis.
“Meski saya memahami bahwa Rumah Sakit Mildura Base mampu mendukung para perempuan dan membantu mereka ketika ada masalah,” sambungnya.
Ia menambahkan, “Tapi saya pikir, mungkin bus bukanlah moda transportasi yang disukai para perempuan ini.”
Seorang juru bicara Departemen Kesehatan setempat mengatakan, perubahan ini diberlakukan untuk meminimalkan risiko bagi ibu dan bayi saat persalinan.
Ia mengatakan, hal ini direkomendasikan dalam kajian kematian persalinan di unit bersalin Bacchus Marsh dari Dinas Kesehatan Djerriwarrh pada tahun 2013 dan 2014.
Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.
Diterjemahkan: 16:15 WIB 23/12/2016 oleh Nurina Savitri.