ABC

Ronni Kahn Pejuang Pembuangan Limbah Makanan di Australia

Ronni Kahn menyebutnya sebagai momen pencerahan dalam hidupnya.

Mantan manajer perusahaan pengelolaan acara itu baru saja menggelar acara jamuan mewah untuk 1.000 orang, dengan segala kelimpahan dan kemurahan hati yang Anda inginkan.

Kemudian dia menyaksikan apa yang terjadi setelah perhelatan itu usai: ribuan kilo makanan yang masih dalam kondisi baik langsung dilemparkan begitu saja ke tempat sampah.

“Aku merasa muak, benar-benar mengerikan,” katanya.

Kejadian itu terjadi di awal tahun 2000-an.

Kini 14 tahun sudah berlalu dengan cepat dan Ronni Kahn saat ini merupakan pendiri OzHarvest – salah satu badan penyelamatan makanan terbesar di Australia yang mengumpulkan kelebihan makanan dari berbagai outlet komersial dan mengantarkannya ke lebih dari 1.000 lembaga amal di seluruh Australia.

Ronni Kahn
Ronni Kahn bepergian keliling dunia mengkampanyekan pesan jangan membuang limbah pangan.

Ronni Kahn has travelled the world to preach her food waste message.

Supplied: Livia Giacomini

“Saya mengatakan kepada semua orang bahwa saya akan memulai organisasi penyelamatan makanan, dan mereka langsung mendukungnya,” kata Ronni Kahn.

"Kita semua tahu itu hal yang benar untuk dilakukan. Kita semua telah diberitahu masalah limbah makanan ini.’

“Pada titik tertentu dalam kehidupan kita seseorang telah mengatakan kepada kami, habiskan makananmu karena seseorang di suatu tempat sedang kelaparan.”

Mengukur limbah

Seberapa banyak makanan yang terbuang percuma di Australia? data jumlah limbah makanan di Australia telah berbicara dengan sendirinya.

Pemerintah Federal memperkirakan lebih dari 5,3 juta ton makanan yang masih dapat dimakan telah terbuang dari rumah tangga dan sektor komersial setiap tahunnya.

Ini membebani ekonomi Australia sebesar $ 20 miliar per tahun.

OzHarvest di Kensington
Pasar OzHarvest dibuka di Kensington, Sydney pada 2017.

Supplied: Livia Giacomini

Pada saat yang sama, laporan kelaparan dari FoodBank terbaru menunjukan ada 3,6 juta orang Australia yang mengalami ketidakamanan pangan tahun lalu, dan lebih dari 650.000 orang menerima semacam bantuan makanan setiap bulan.

Sebagai tanggapan, Pemerintah Federal telah meluncurkan Strategi Limbah Makanan Nasional, yang bertujuan untuk mengurangi separuh limbah pangan di Australia pada tahun 2030.

Sebuah badan independen baru akan dibentuk untuk mempelajari bagaimana teknologi dan pendidikan dapat membantu masalah ini, dan lebih dari $ 1,3 juta telah dijanjikan untuk membuat perubahan terjadi.

“Menyelesaikan masalah limbah makanan membutuhkan komitmen dari seluruh warga Australia,” tulis Menteri Lingkungan Hidup, Josh Frydenberg dalam sebuah makalah strategi.

Tapi Ronni Kahn tampaknya tidak bersedia membuang waktu menunggu kehadiran strategi itu, sebaliknya ia telah memulai sebuah kampanye kesadarannya sendiri bahwa ia berharap dapat meniru keberhasilan moto “slip, slop, slap”.

Lihat. Beli. Simpan. Masak

“Kami meminta semua orang untuk bergabung dengan gerakan. Langkahnya sangat sederhana, kita hanya perlu melihat, membeli, menyimpan dan memasak,” kata Ronni Kahn.

Langkah itu lebih rinci sebagai berikut:

  • LIHAT/LOOK apa yang ada di lemari es dan dapur Anda sebelum pergi berbelanja;
  • BELI/BUY hanya apa yang Anda butuhkan. Jadi, buat daftar belanja;
  • SIMPAN/SAVE makanan itu dengan benar, agar tidak terlalu cepat busuk; dan,
  • MASAK/COOK dan masak juga sisa makanan.

“Dengan bergabung dalam kampanye ini, kami akan mengirimkan kiat-kiat, kami akan berbagi cara bagaimana memanfaatkan secara maksimal dan bagaimana masing-masing dari kita semua bisa benar-benar berhemat,” kata Ronni Kahn.

Kampanye ini diluncurkan bertepatan dengan diluncurkannya film baru, Food Fighter, yang mendokumentasikan kampanye global Ronni Kahn dalam melawan limbah makanan.

Food Fighter difilmkan selama dua tahun di empat benua. Film ini menempatkan sorotan pada supermarket besar dan limbah mereka, dan tindakan politik yang – dan belum – dilakukan dalam masalah ini.

Ronni Kahn berharap orang akan menghargai “skala makanan yang terbuang’ setelah melihat film ini dan mengubah prilaku mereka.

“Orang tahu itu hal yang benar untuk dilakukan dan sekarang mereka perlu memahami pilihan yang mereka buat dan bagaimana masing-masing dari mereka dapat membuat dampak,” katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.