ABC

Robot Ini Bisa Melacak Penangkapan Ikan Ilegal

Sebuah perusahaan Amerika Serikat, Liquid Robotics International, berharap akan dapat membantu negara-negara Kepulauan Pasifik memberantas illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal) dengan robot pendeteksi gelombang, yang bisa mengetahui adanya kapal di lepas pantai.

Palau, sebuah negara di wilayah Pasifik awal 2014 menyatakan tidak ada penangkapan ikan komersial yang berlangsung di 200 mil laut Zona Ekonomi Eksklusif.

Negara pulau tersebut saat ini menggunakan Cessna Skymaster, dan juga telah menyelidiki penggunaan pesawat tak berawak, untuk berpatroli di zona perikanan yang kira-kira seluas Perancis.

Todd Kleperis dari Liquid Robotics International mengatakan, alat pendeteksi gelombang yang bertenaga surya itu adalah pilihan yang jauh lebih murah.

"Jika Anda menempatkan alat pendeteksi gelombang di luar sana - tanpa bahan bakar, tanpa orang - Anda hanya membiarkan robot itu melakukan pekerjaan dan tidak hilang serta memberikan informasi."

Sampai 20 alat dapat dioperasikan oleh satu orang, dan dapat dipasangi 70 alat sensor yang berlainan serta mampu mendeteksi kapal-kapal sampai sejauh 25-30 kilometer.

Todd Kleperis mengatakan, alat ini dirancang untuk dapat bertahan di lautan selama bertahun-tahun, dan baru-baru ini satu alat mampu bertahan dari gelombang setinggi sembilan meter di lepas pesisir Filipina ketika terjadi Topan Rammasun.

"Alat ini mampu mendeteksi cuaca, sehingga kita akan bisa mendeteksi ketika badai terjadi. Alat itu juga mampu menemukan pola cuaca yang berbeda," jelasnya.

"Saat ini sangat sulit untuk mendapatkan informasi di laut, namun perangkat kami bisa membantu, karena alat itu ada di luar sana di samudera sepanjang waktu, memantau berbagai keadaan."

Illegal fishing diharapkan menjadi bahan pembicaraan penting pada agenda di saat para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik bertemu di Palau akhir Juli 2014.