ABC

Restoran India di Brisbane Ini Bagikan Makan Untuk Gelandangan Setiap Hari

Ketika Ashish Sood tiba di Australia di tahun 2007 dia hidup menggelandang selama beberapa minggu.

Cita-citanya adalah di satu hari nanti memiliki restoran sendiri, dan ketika sudah punya, dia akan memberikan makanan cuma-cuma bagi mereka yang juga hidup menggelandang.

Sekarang mimpi itu menjadi kenyataan.

Di tahun 2007, Ashish Sood tiba di Brisbane menggunakan visa pelajar, dan tidak memiliki tempat tinggal.

Dia sempat menggelandang selama dua minggu, dan harus tidur di taman terbuka di malam hari.

Ketika itu dia datang untuk belajar memasak, dan memang memiliki mimpi di satu hari nanti bisa memiliki restoran sendiri.

Dan karena dia pernah merasakan hidup menggelandang, dia ingin membantu mereka ketika berhasil nanti.

Sekarang setelah 10 tahun lebih berlalu, dia berhasil memiliki restoran dan dia menetapi janjinya membantu mereka yang kurang beruntung.

Ashish Sood leaning over a counter
Ashish Sood pemilik restoran India Ginger and Garlic.

ABC News: Patrick Williams

Sekarang tujuh hari seminggu ketika tutup, staf di Restoran Ginger dan Garlic di Adelaide Street di Brisbane CBD akan membagi-bagikan kari, samosa, roti naan dan kerupuk pappadam bagi mereka yang tidak memiliki rumah.

"Ada begitu banyak orang yang tidak memiliki rumah. Ada delapan sampai sembilan orang yang sering saya temui. Saya ingin lebih banyak lagi, bila ada gelandangan, saya ingin memberi makan mereka semua." kata Sood.

Pria berusia 33 tahun tersebut sudah memberikan makanan gratis kepada para gelandangan ini selama lima bulan terakhir.

Dia mengenal semua yang datang. Kebanyakan adalah pria, namun beberapa perempuan yang memiliki anak.

"Apapun yang ingin mereka makan, saya senang memberikan apa yang ingin mereka makan." kata Sood.

"Sudah ada makanan yang kami masak sebelumnya dan saya tidak mau membuang makanan itu ke tong sampah, jadi bagus ada yang mau menyantapnya."

Dan Sood mengatakan bahwa pelanggan tetap di restorannya juga mendukung apa yang dilakukannya.

"Mereka senang. Mereka memberikan acungan jempol, mereka membantu agar saya melakukan lebih banyak lagi. Saya senang dengan hal tersebut."

"Saya mencoba melakukan yang terbaik, itulah yang bisa saya lakukan untuk mereka yang tidak memiliki rumah."

"Ini membuat saya bangga."

Hot Indian food in a bain-maire
Makanan yang dijual di Ginger and Garlic.

ABC News: Patrick Williams

Gelandangan rindu dengan interaksi sosial

CEO sebuah rumah yang menjadi tempat penampungan gelandangan 3rd Space Brisbane Sara Harrup mengatakan mungkin yang lebih penting dari sekedar makanan yang disediakan, yang apa ditawarkan Sood adalah interaksi sosial.

"Makanan adalah cara yang bagus untuk membantu orang lain, juga cara yang baik untuk membangun hubungan dengan orang lain." kata Harrup.

"Khususnya bagi para gelandangan dalam masyarakat kita, yang sering dipandang dengan sebelah mata, banyak orang yang tidak nyaman berbicara dengan atau mengenai gelandangan. Jadi menjembatani kesenjangan dan mendekatkan komunitas adalah hal yang bagus."

Terjadi peningkatan jumlah gelandangan di Australia selama lima tahun terakhir
Terjadi peningkatan jumlah gelandangan di Australia selama lima tahun terakhir.

ABC News: Giulio Saggin

Harrup mengatakan di pusat kota Brisbane, terdapat sekitar 1700 orang gelandangan yang tidak memiliki rumah setiap malamnya.

"Ini tidak berarti mereka tidur di sembarang tempat, definisi gelandangan adalah mereka yang tinggal di rumah orang lain, tinggal di tempat penampungan sementara atau tinggal di kamar tamu orang lain.

Beberapa bulan lalu dilaporkan bahwa jumlah gelandangan di Australia naik lebih dari 14 ribu orang atau sekitar 14 persen selama lima tahun sampai tahun 2016.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini