Restoran di Adelaide Ini Terjemahkan Menunya Dalam Bahasa China
Sebuah restoran populer di Adelaide telah menerjemahkan menu mereka ke dalam bahasa China dengan harapan hal itu bisa menarik lebih banyak wisatawan asing untuk makan di sana.
Asosiasi Restoran dan Katering Australia (RCA) mengatakan, pihaknya mengharapkan, langkah yang diambil restoran Italia ‘Chianti’ di pusat kota Adelaide akan diikuti oleh restoran kelas atas lainnya yang melayani berbagai masakan.
Kepala chef dan direktur ‘Chianti’, Tobias Gush, mengatakan, menerjemahkan menu lebih dari sekadar keputusan bisnis.
"Semangat besar kami di sini adalah untuk membuat orang-orang merasa diterima dan bahwa tak ada yang terlalu sulit … jadi ini berasal dari filosofi itu," sebut Tobias Gush.
Ia lantas mengungkapkan, “Jika mereka merasa bahasa Inggris itu sulit, mereka masih bisa datang – ada menu ini, mereka bisa memesan apa yang mereka inginkan dan menikmati waktu mereka di sini.”
Tobias Gush mengatakan, para pengunjung dari luar negeri adalah bagian dari pertumbuhan klien di restoran ini, terutama selama musim panas dan ketika musim festival Adelaide, yakni ‘Mad March’, tiba.
Ia menjelaskan, restorannya berupaya memastikan agar para penerima tamu hotel di seluruh Adelaide tahu tentang inisiatif menu mereka, untuk membantu menghidupkan bisnis baru.
“Kami sudah melihat betapa bersyukur dan bahagia-nya para tamu membaca menu dalam bahasa mereka, karena biasanya satu orang mewakili meja, biasanya siapa saja yang berbicara bahasa Inggris paling baik,” tuturnya.
Australia Selatan menerima sekitar 38.000 wisatawan asal China selama 12 bulan hingga September tahun lalu, naik hampir sepertiga dari tahun sebelumnya.
Deputi CEO RCA, Sally Neville, mengatakan, rute penerbangan langsung baru antara Adelaide dan daratan China mendukung pertumbuhan wisatawan ini.
Ia mengatakan, bisnis kafe dan restoran tengah didorong untuk memastikan mereka paham akan budaya.
“Beberapa restoran telah memperkenalkan menu yang diterjemahkan, tetapi mereka juga telah melatih staf mereka dalam kebiasaan bersantap yang dinikmati para pengunjung asal China, biasanya makan beramai-ramai,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Ada juga, menghormati orang tertua di meja, jadi staf yang bertugas memastikan mereka mendengar orang yang dituakan meski orang yang lebih muda mungkin berbahasa Inggris dengan lebih baik.”
Adelaide memasang sejumlah penanda dalam bahasa China di seluruh penjuru kota, tapi Sally Neville menyarankan, ada lebih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk membantu semua wisatawan asing.
"Pilihan yang lebih baik mungkin memasang penanda dengan kode QR (barcode) yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa apapun, karena kami memiliki banyak pengunjung dari negara-negara lain," utara Sally Neville.
Tobias Gush mengatakan, restoran Chianti mengubah menu mereka sampai dengan lima kali per tahun, sehingga mereka akan mengevaluasi apakah pilihan bahasa China sepadan dengan biaya penerjemahan.
Namun ia menyebut, opsi itu sudah memberikan manfaat waktu bagi para stafnya yang sibuk.
“Sebagai sebuah bisnis restoran, staf Anda harus memerhatikan banyak tamu, dan harus menerjemahkan juga bisa menghabiskan banyak waktu,” ungkapnya.
Ia menyebut, “Apakah menu terjemahan itu menciptakan lebih banyak bisnis, kami harus menunggu dan melihat tapi itu membantu kami melakukan bisnis sehari-hari.”
Diterjemahkan Pukul 10:00 AEST 15 Februari 2017 oleh Nurina Savitri. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.