ABC

Remaja di Sydney Ditahan Karena Rusak Mural George Michael

Kepolisian New South Wales (NSW) Australia menahan seorang remaja pria berusia 16 tahun karena tertangkap membuat grafiti di atas mural kontroversial di wilayah Newtown. Mural tersebut dicoreti dengan pesan homofobia dan gambar salib.

Sebuah lukisan bergambar George Michael dan Tony Abbott serta Kardinal George Pell telah beberapa kali dirusak dalam seminggu terakhir. Yang pertama, lukisan tersebut dicat ulang dan kemudian diubah dengan pesan yang ditulis di bagian atasnya.

Polisi mengatakan, sekelompok pemuda terlihat membuat grafiti di atas mural itu pada Senin (20/11/2017) siang dan satu orang ditahan saat ia tertangkap tangan oleh polisi tengah merusak mural George Michael di jalan Bray Street di Erskineville.

Graffiti baru itu menunjukkan tanda salib dan pesan homofobia dengan cat semprot warna kuning.

Gambar mural George Michael.
Gambar mural George Michael.

Pejabat Pemkot Newtown, Jenny Leong, mengecam grafiti baru tersebut sebagai "pesan homofobia yang sangat menyinggung". Menurut dia, hal itu adalah "upaya untuk mengancam warga yang menjadi bagian dari komunitas yang ingin merayakan perbedaan dan keragaman dan merayakan kemenangan kubu YES untuk pernikahan sesama jenis".

Remaja berusia 16 tahun itu adalah orang kedua yang dikenai tuduhan membuat grafiti di atas mural selama minggu ini.

Mural yang dibuat oleh seniman jalanan Scott Marsh itu menggambarkan George Michael mengenakan jubah religius dengan lingkaran cahaya, yang dilukis tahun lalu setelah kematian sang legenda musik, tapi baru dinodai dengan grafiti dalam seminggu terakhir, menyusul hasil plebisit pernikahan sesama jenis.

Seorang warga bernama Edmund Iffland mengatakan bahwa mural George Michael itu sangat penting bagi komunitas gay di daerah tersebut, dan sejumlah kelompok masyarakat telah mengadakan doa bersama di depan lukisan itu di malam hari untuk menghentikannya dirusak.

"Ini jelas berasal dari kelompok yang berteriak tentang kebebasan berbicara tapi ini adalah penyensoran terang-terangan," ujarnya tentang upaya grafiti di atas karya seni tersebut.

Beberapa grafiti kuning yang baru bisa dilihat di mural ini pada hari Selasa (21/11/2017).
Beberapa grafiti kuning yang baru bisa dilihat di mural ini pada hari Selasa (21/11/2017).

ABC News: Nadia Daly

Mural kedua juga dinilai kontroversial

Mural lain, yang juga dibuat oleh Marsh, menggambarkan mantan Perdana Menteri Tony Abbott dengan kedua tangannya berada di bawah celana Kardinal Pell dan dilukis minggu lalu sebagai tanggapan atas kemenangan suara ‘Ya’ dalam plebisit pernikahan sesama jenis.

Ini telah memicu reaksi balik di media sosial, dengan banyak warga mengungkapkan kemarahan mereka atas citra cabul tersebut dan mengatakan bahwa tindakan itu menyinggung dan tidak pantas untuk tempat umum.

Warga lokal bernama Carl Brodie mengatakan bahwa ia merasa tidak nyaman dengan "kerumunan massa, kerumunan orang yang tak puas" dan penutupan jalan di mural di dekat rumahnya.

Ia mengatakan bahwa ia menemukan lukisan Abbott-Pell itu "agak kasar, tak benar-benar merayakan hasil plebisit".

Mural yang dirusak di belakang Hotel Botany View, sebelum perusakan lebih lanjut dengan cat kuning.
Mural yang dirusak di belakang Hotel Botany View, sebelum perusakan lebih lanjut dengan cat kuning.

ABC News: Stephanie Corsetti

Leong mengatakan, "seni jalanan dan seni pada umumnya bersifat provokatif" tapi "ada wadah bagi warga untuk mengemukakan keprihatinan tulus jika mereka merasa tersinggung pada karya seni mural di jalanan tertentu".

"Solusinya bukan menciptakan kelompok main hakim sendiri yang benar-benar penuh kebencian dan memecah belah untuk berbuat semaunya sendiri," sebut Leong.

Ia mengatakan bahwa ada ketakutan di antara beberapa komunitas LGBT setempat setelah vandalisme tersebut dan meminta polisi untuk meyakinkan anggota masyarakat yang rentan bahwa mereka akan tetap aman.

Sebelum dugaan pelanggaran yang terjadi Senin (20/11/2017) malam, direktur pelaksana lembaga Lobi Kristen Australia, Lyle Shelton, memuji orang-orang yang menggambar di atas mural di media sosial.

"Saya memuji kaum Kristen muda yang mengambil tindakan ini. Bayangkan jika seseorang melukis Nabi Muhammad dengan cara ini," unggahnya di Twitter.

Anggota Dewan Kota Newtown, Jenny Leong, mengecam grafiti itu sebagai ‘pesan homophobia yang benar-benar ofensif’.
Anggota Dewan Kota Newtown, Jenny Leong, mengecam grafiti itu sebagai ‘pesan homophobia yang benar-benar ofensif’.

ABC News: Nadia Daly

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.