ABC

Rela Antri Demi Kari: Sebuah Masjid di Australia Buka Layanan Drive-through

Komunitas Muslim di Gold Coast, Australia mengatakan telah membuka apa yang disebutnya sebagai layanan drive-through pertama di Australia yang menyediakan makanan buka puasa.

Perhimpunan Islam Gold Coast, dengan ketuanya Hussin Goss mengatakan pandemi virus corona telah memaksa mereka untuk berpikir kreatif dalam menggelar kegiatan di bulan Ramadan.

"Kami harus menemukan ide untuk memberi makan orang puasa di tengah bulan suci Ramadan," katanya.

Bantuan bagi siapapun yang membutuhkan

Layanan 'drive-through' ini dilayani oleh tujuh orang, terdiri dari dua koki yang menyiapkan sekitar 400 makanan, sementara dua orang lainnya yang menyiapkan wadah 'takeaway'.

Dengan donasi yang terkumpul, mereka membagikan makanan seperti nasi, roti, dan kari dengan daging domba, sapi dan ayam.

Hussin tidak menyangka akan melihat antrean panjang untuk mendapatkan makanan ini, termasuk dari kalangan mahasiswa internasional.

"Banyak mahasiswa internasional, seperti yang kita sudah tahu, mereka tidak punya pekerjaan sehingga tidak ada penghasilan yang masuk."

man in car with flat bread
Mahasiswa Junaid Ali mengatakan layanan 'drive-through' juga menjadi ajang untuk mengobati rasa rindu dengan keluarganya.

ABC Gold Coast: Mark Zita

Salah satu mahasiswa yang mengakses bantuan ini adalah Junaid Ali, yang merasa sedih karena tidak bisa merayakan Ramadan dengan keluarganya.

"Bulan Ramadan adalah salah satu bulan terbaik dalam setahun. Saya berdoa agar pandemi ini cepat berakhir."

Menurut Hussin, bulan suci Ramadan menjadi kesempatan untuk berbagi dan menunjukkan rasa belas kasihan.

'Drive-through' Ramadan di Indonesia

Tidak hanya di Australia, layanan 'drive-through' untuk membagi-bagikan makanan untuk sahur dan berbuka puasa juga ditemukan di sejumlah tempat di Indonesia.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga memiliki program serupa, yakni membagikan makanan sahur dan takjil, agar tetap mematuhi aturan 'physical-distancing'.

Mahasiswa yang mendapatkan makanan gratis ini pun terlihat mengenakan masker.

Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto., M.P., IPM berharap program ini tetap memunculkan nilai-nilai kebersamaan di tengah pandemi COVID-19.

"Untuk para relawan dan mahasiswa, semoga dapat tertanamkan nilai-nilai kesetiakawanan dan juga indahnya saling berbagi."

Metode 'drive-through' juga digunakan jemaat Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, yang membagikan 300 paket makanan buka puasa kepada warga pengendara motor kemarin (30/04).

Berharap masjid di Australia segera kembali dibuka

Pada 23 Maret lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menutup pub, klab malam, bioskop dan tempat beribadah untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19.

Melihat sudah terkendalinya situasi satu bulan setelah kebijakan ini berlaku, Hussin berharap agar Pemerintah pusat segera melonggarkan aturannya.

"Semoga Perdana Menteri akan terlebih dahulu membuka kembali tempat beribadah sebelum membuka pub dan restoran," kata dia.

"[Tempat beribadah] menurut saya penting bagi orang-orang yang butuh tuntunan rohani. Di masa seperti ini, mereka kembali menghadap Tuhan."

Untuk menghindarkan resiko penularan, ia mengatakan jumlah orang yang masuk ke dalam tempat ibadah dapat dibatasi.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia