ABC

Red Notice Penerbangan Akibat Letusan Gunung Sinabung

Gunung Sinabung di Sumatera yang melepaskan abu setinggi lima kilometer ke atmosfer dan awan panas membuat pusat pemantau debu vulkanik di Darwin, Australia, mengeluarkan red notice penerbangan.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Badan Nasional Penanggulangan Badan menyatakan tidak ada korban jiwa atau korban luka akibat letusan yang terjadi pada hari Senin.

Gunung berapi tersebut, satu dari tiga yang saat ini meletus di Indonesia, tidak menunjukkan aktivitas selama empat abad sebelum meledak pada 2010, menewaskan dua warga.

Letusan lain, pada tahun 2014, menewaskan 16 orang, sementara tujuh lainnya tewas dalam letusan tahun 2016.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan awan abu panas bergerak sejauh 4,9 kilometer ke arah selatan.

Sekitar 30.000 warga terpaksa meninggalkan rumahnya di sekitar gunung dalam beberapa tahun terakhir.

Gunung Sinabung termasuk di antara lebih dari 120 gunung berapi aktif di Indonesia dan rentan terhadap gerakan seismik karena lokasinya di "Cincin Api" Pasifik. Ini sebuah busur gunung berapi dan garis sesar yang mengelilingi Lembah Pasifik.

Sementara itu, lebih dari 400 penerbangan dibatalkan pada November setelah bandara utama Bali ditutup di tengah peringatan letusan Gunung Agung.

Gunung Agung mengeluarkan awan abu putih dan abu-abu sekitar tiga kilometer ke atmosfer, menyebabkan evakuasi sekitar 150.000 orang.

Diperkirakan ancaman letusan gunung tersebut menimbulkan kerugian ekonomi $ 1,5 miliar akibat pembatalan kunjungan.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

AP/ABC