ABC

Ratusan Ton Nanas Dibiarkan Membusuk

Para petani di Queensland Utara terpaksa membiarkan ratusan ton buah nanas hasil panen mereka membusuk dikarenakan kelebihan pasokan.

Kondisi pertumbuhan yang ideal di Queensland diperkirakan telah menyebabkan terjadinya musim panen yang berlebihan, yang memaksa jatuhnya harga beli yang dibayarkan kepada petani untuk hasil panen mereka.

Dalam banyak kasus, harga beli itu bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya produksi.

Damien Berra, yang berkebun nanas di Rollingstone, sekitar 50 kilometer sebelah utara Townsville, telah membiarkan lebih dari 40 ton buah nanas yang telah dipetiknya menumpuk untuk membusuk atau dibagi-bagikan untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak.

Stephen Pace, yang memimpin lembaga induk industri buah nanas di Australia yakni ‘Australian Pineapple Growers’, juga berkebun di daerah tersebut.

Dia mengatakan, sangat menyedihkan melihat begitu banyak buah nanas yang menjadi sia-sia belaka.

Sebuah unggahan di media sosial yang dibuat oleh perusahaan NQ Paradise Pines untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini telah menjadi viral.

Sejak hari Senin (8/1/2018) unggahan itu telah diteruskan oleh lebih dari 15.000 orang.

Manajer NQ Paradise Pines, Robert Richardson, mengatakan bahwa masalah yang dihadapi oleh para petani kebun telah diperburuk oleh produsen makanan Golden Circle, dan keputusan perusahaan itu untuk tidak membuka produksi pengalengan buah nanasnya selama periode tersibuk di industri ini.

"Anda berasumsi produksi pengalengan buah akan mengalami pertumbuhan dalam setahun dan mengubah jadwal mereka untuk melakukan pemrosesan. Mereka seharusnya memanfaatkan buah yang tersedia di pasar sekarang ini," katanya.

Robert Richardson mengingatkan konsumen akan adanya kekurangan nanas kalengan yang dibuat dari produk lokal dalam beberapa bulan mendatang.

Berra mengakui, sementara petani bisa berbuat lebih banyak untuk mengurangi limbah, dia mendesak para keluarga untuk makan lebih banyak buah tropis.

ABC telah menghubungi Golden Circle untuk memberikan komentar

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.